Beranda Olahraga Chelsea vs Malmo FF, Ubah Skema Demi Akhiri Paceklik Gol Big Rom

Chelsea vs Malmo FF, Ubah Skema Demi Akhiri Paceklik Gol Big Rom

Chelsea
Para pemain Chelsea merayakan gol. (Getty Images)

RADAR BOGOR-Lima pekan terakhir adalah masa-masa paceklik gol bagi Romelu Lukaku di Chelsea.

Manchester United Senasib dengan Chelsea, Solskjaer Merasa Dicurangi

Tampil dalam enam laga, Lukaku tak sekali pun mampu mencatatkan namanya dalam keterlibatan gol Chelsea (gol maupun assist).

bank mandiri livin

Gol terakhir Big Rom adalah ketika memberikan kemenangan Chelsea 1-0 atas Zenit Saint Petersburg saat The Blues mengawali fase grup Liga Champions musim ini di Stamford Bridge (15/9).

Dalam laga terakhir Chelsea, Lukaku sampai harus diganti pada menit ke-77 saat melawan Brentford FC pada matchweek kedelapan Premier League (16/10). Itu menjadi pergantian pertama baginya musim ini.

Periode seret gol Lukaku itulah yang tengah dicari solusinya oleh tactician Chelsea Thomas Tuchel.

Apakah Tuchel bakal menemukannya saat Chelsea menjamu Malmo FF di Stamford Bridge, London, dini hari nanti (siaran langsung Champions TV 2/beIN Sports 2 pukul 02.00 WIB)?

Ada sinyalemen Si Profesor –julukan Tuchel– sedikit mengubah skema main demi mengembalikan produktivitas Lukaku.

Ulasan Sky Sports kemarin (19/10) menunjukkan bahwa Big Rom tidak terlalu mendapat dukungan dari second line seperti Kai Havertz dan Hakim Ziyech.

Yang ironis, Havertz tercatat tidak pernah melakukan kombinasi operan dengan Lukaku. Ziyech pun hanya dua kali.

Berbeda dengan Mason Mount yang punya 13 kali kombinasi operan dengan Lukaku. Justru yang paling banyak melakukannya adalah wingback kanan sekaligus kapten Chelsea Cesar Azpilicueta (17 kali).

Menurut Football London, Tuchel berencana menduetkan Lukaku dengan striker Chelsea lainnya, Timo Werner.

Dengan begitu, mereka akan lebih sering menerima bola dari second line. Meski, risikonya adalah mengurangi tekanan awal bagi lawan.

Itu mengingat Lukaku dan Werner bukan striker seperti Roberto Firmino (Liverpool FC) yang rajin menekan pemain lawan di daerah lawan.

”Aku tidak khawatir (kehilangan pemain yang menekan lawan sejak awal, Red). Normalnya, striker bertugas mencetak gol dan dia (Lukaku, Red) membutuhkan hal itu saat ini,” beber Tuchel.

Seiring tiga di antara empat gol Lukaku musim ini tercipta di kandang sendiri, kans top scorer sepanjang masa timnas Belgia tersebut mengakhiri scoreless makin besar. (jpg)

bank mandiri kopra