Beranda Pendidikan Kembangkan IKM Alas Kaki Ciomas, Tim Wiradesa Unpak Berikan Pelatihan

Kembangkan IKM Alas Kaki Ciomas, Tim Wiradesa Unpak Berikan Pelatihan

Unpak beri pelatihan IKM
Pelatihan kepada para pelaku IKM alas kaki di Desa Sukamarmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Tim Wiradesa Unpak memberikan pelatihan kepada para pelaku Industri Kecil Menengah atau IKM alas kaki di Desa Sukamarmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor.

Ratusan Mahasiswa Baru FEB Unpak Ikuti WEBF 2021, Dekan: Didorong Memiliki Kemampuan Pemecahan Masalah yang Baik

Kegiatan yang merupakan program pengabdian kepada masyarakat tersebut, dilakukan selama lima pekan lamanya dengan menerjunkan 25 orang dari berbagai fakultas Unpak.

bank mandiri livin

“Jadi selama lima pekan di Kecamatan Ciomas memberikan pelatihan, materi-materi yang diberikan untuk mendorong pengembangan usaha. Gimana sih cara IKM ini mengembangkan usahanya,” ujar Salah satu Tim Wiradesa Unpak Evan Tanton kepada Radar Bogor saat ditemui di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Minggu (17/10/2021).

Evan menjelaskan, ada beberapa kali pelatihan yang diberikan kepada IKM alas kaki di Desa Sukamakmur, mulai dari pemasaran secara digital, pengelolaan keuangannya, hingga pelatihan kesehatan keselamatan kerja untuk para pekerja yang memang bekerja di IKM tersebut.

“Pengabdian kepada masyarakat itu juga implementasi dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) yakni program Wiradesa,” katanya.

“Setiap individu itu ada tugasnya masing-masing, dibentuk lagi persub kelompok lagi. Jadi ada yang memang khusus untuk membuat pemasaran, lalu ada untuk publikasi, lalu ada lagi untuk kayak projek-projek gitu,” sambungnya.

Kemudian, ada tim yang bertugas untuk membantu mereka terkait dengan pengawasan atau bimbingan terhadap IKM setelah diberikan materi untuk pengaplikasiannya.

Evan mengatakan, di Desa sukamakmur ini memang mereka rata-rata bergerak di bidang IKM sandal sepatu yang pemasarannya saat ini masih dilakukan secara manual, terlebih dengan kondisi pandemi Covid-19 tim Wiradesa mencoba untuk membantu mereka agar lebih produktif.

“Kita perkuat brandingnya, lalu kita ada planning untuk mencoba untuk si UMKM (IKM) tersebut bisa ekspor ke luar negeri,” ucapnya.

“Saat ini kita sedang mengurus untuk SNI-nya dan nanti akan dikembangkan untuk diekspor lagi ke luar negeri, jadi ada feedbacknya seperti itu. Jadi ada 12 IKM yang kami berikan pelatihan,” ucapnya.

Mahasiswa Manajemen FEB Unpak itu juga menyebutkan dari 12 IKM yang diberikan pelatihan, ada satu pelaku usaha sepatu yang sebenarnya sudah layak untuk dibranding dan di jual ke luar negeri.

“Itu kita coba untuk mengurus SNI-nya, jadi mereka itu tinggal SNI-nya tersebut belum ada, di branding SNI-nya untuk saat ini kita sedang urus buat kedepannya bisa ekspor impor,” katanya.

Evan yang didampingi Syalwa Aulia Saputri dan Nurlita Permatasari menyebut tim Wiradesa membantu untuk mempromosikan pemasarannya melalui marketplace agar bisa mendunia pemasaranya.

“Ya kita membantu gimana cara mereka mengelola pemasaran digitalnya, ini di marketplace-marketplace yang sudah tersedia diaplikasi android khususnya. Nah kita bantu untuk bagaimana cara menguploadnya, bagaimana cara untuk ada yang beli lalu kita mengetahui, bagaimana cara menjawab pertanyaan-pertanyaan dari konsumen,” tukasnya.

Selain dosen Unpak yang turut terlibat dalam pelatihan, Dekan FEB Hendro Sasongko juga tampak hadir pada kegiatan program Wira Desa itu.(ded/mg2)

Editor : Yosep

bank mandiri kopra