Beranda Metropolis Mahasiswa Bogor Turun ke Jalan, Bagi Bantuan Sembari Orasi

Mahasiswa Bogor Turun ke Jalan, Bagi Bantuan Sembari Orasi

Demo Mahasiswa
Demo mahasiswa Bogor di kawasna Tugu Kujang, Rabu (13/10/2021).

BOGOR – RADAR BOGOR, Ratusan mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Tugu Kujang, Rabu (13/10/2021). Mereka memperingati momentum menjelang dua tahun pelantikan Presiden RI.

Lagi, Ratusan Budayawan Unjuk Rasa Tolak GLOW

Kegiatan bertajuk mimbar bebas dan aksi sosial itu diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus. Mereka tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Bogor. Selain menyampaikan tuntutan, mereka sekaligus membagikan bantuan berupa makanan, baik tunawisma maupun pengguna jalan.

pmb universitas nusa bangsa bogor

Koordinator Isu Media dan Komunikasi BEM se-Bogor 2021, Aries Novianto menerangkan, aksi mereka bertujuan untuk mengingatkan kembali Presiden RI, Joko Widodo untuk segera menuntaskan permasalahan yang ada. Mereka melaksanakan gerakan sosial dilatarbelakangi kepedulian dari beberapa kampus.

“Dalam hal ini, BEM se-Bogor ingin memberikan pesan bahwa mahasiswa akan terus selalu ada bersama masyarakat,” tegasnya, dalam keterangannya kepada Radar Bogor, Rabu (13/10/2021).

Ia menyebutkan, beberapa permasalahan yang menjadi perhatian mereka seperti pengesahan UU Ciptakerja. Banyak kontroversi di dalamnya. Namun, pemerintah justru tetap meloloskannya.

Belum lagi, persoalan pelemahan KPK yang telah terjadi. BEM se-Bogor menolak keras upaya pelemahan itu. Selama ini, masyarakat dipertontonkan aksi pelemahan itu secara terang-terangan.

Kejadian terbaru mengenai pemecatan 57 pegawai KPK secara resmi, 30 September yang lalu. Hal itu membuat persepsi publik kian skeptis terhadap kinerja KPK di masa yang akan datang.

Selain itu, para mahasiswa juga membahas permasalahan lainnya yang ada di skala Kota Bogor, yakni proyek pembangunan jalur rel ganda (double track) Bogor-Sukabumi.

Proyek strategis nasional ini dianggap menimbulkan beberapa permasalahan bagi masyarakat. Mulai dari kerusakan pipa PDAM Tirta Pakuan, hingga menggusur pemukiman warga yang berada di sekitar jalur pembangunan double track.

“Pembangunan proyek jalur ganda kereta api Bogor-Sukabumi akan sangat merugikan bagi sebagian masyarakat yang terdampak langsung dari pembangunan ini. Pemerintah harus mengkaji dengan baik tentang masyarakat yang terdampak dan memastikan bahwa kompensasi yang diberikan sebanding dengan kerugian masyarakat,” pungkasnya. (mam)

Editor : Yosep