Beranda Berita Utama Libur Maulid Nabi Digeser Dikritik MUI, Begini Respon Menag

Libur Maulid Nabi Digeser Dikritik MUI, Begini Respon Menag

Ilustrasi hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW
Ilustrasi hari libur Maulid Nabi Muhammad SAW

JAKARTA-RADAR BOGOR, Pemerintah memutuskan menggeser hari libur Maulid Nabi 1443 H dan menghapus cuti bersama Natal 2021. Kebijakan itu mendapat kritikan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hari Libur Maulid Nabi Muhammad SAW Digeser, Ini Alasan Pemerintah

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis menyampaikan kritik tentang langkah pemerintah yang menggeser hari libur Maulid Nabi. Ia menilai seharusnya kegiatan sudah dapat kembali normal karena penularan sudah melandai.

pmb universitas nusa bangsa bogor

“Ketika daruratnya sudah tidak ada, kondisinya sudah berubah tentu hukumnya sudah berubah kembali ke asalnya. Libur bukan bagian dari hukum halal haram, dan bagi masyarakat tentu menunda itu malah liburnya nambah, yang tanggal 19 libur, 20 libur lagi,” ujarnya dalam akun Instagram miliknya @cholilnafis.

Merespon hal itu, Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Wibowo Prasetyo mengatakan bahwa kebijakan menggeser libur Maulid Nabi itu tentunya sangat relevan sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19.

Wibowo mengakui bahwa pandemi di Indonesia memang mengalami tren penurunan. Namun, hal itu tidak boleh mengendorkan kewaspadaan, utamanya dalam disiplin penerapan protokol kesehatan.

“Meski pandemi menurun, harus tetap waspada. Disiplin protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” tegas Wibowo merespons di Jakarta, Rabu (13/10/2021).

Ditegaskan bahwa Indonesia sejauh ini telah berhasil melakukan penanganan pandemi dengan baik. Hal itu tidak terlepas dari upaya serius pemerintah dan dukungan kedisiplinan umat beragama di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan.

Meski begitu, pandemi Covid-19 masih belum usai dan semua pihak masih harus terus waspada.

“MUI sebagai salah satu ormas Islam semestinya turut serta membantu upaya pemerintah dalam penanganan pandemi dan bukan malah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang potensial mengendorkan kedisiplinan umat sehingga kontraproduktif terhadap upaya kita bersama dalam memerangi Covid-19,” jelasnya.

“Di tengah masa pandemi ini, marilah kita menjalankan ibadah dan merayakan hari besar agama dengan khusyuk seraya bertanggung jawab dalam melindungi kesehatan keluarga tercinta, kerabat, sahabat, masyarakat, dan bangsa ini,” tandasnya. (jpg)