Beranda Politik Aklamasi, Zaenul Mutaqin Kembali Pimpin DPC PPP Kota Bogor

Aklamasi, Zaenul Mutaqin Kembali Pimpin DPC PPP Kota Bogor

Zaenul Mutaqin
Zaenul Mutaqin kembali pimpin DPC PPP Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bogor memutuskan memilih kembali Zaenul Mutaqin sebagai ketua periode 2021-2026.

Muscab ke VIII PPP, Usung Tema Merawat Persatuan dengan Pembangunan

Zaenul Mutaqin terpilih kembali sebagai ketua dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke VIII DPC PPP Kota Bogor di Bogor Icon Hotel, Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Rabu (13/10/2021).

pmb universitas nusa bangsa bogor

Ketua DPW PPP Ade Yasin mengatakan, Muscab merupakan agenda lima tahunan, sebagai momentum restrukturisasi partai.

Dalam pemilihan pengurus kedepan, Ade Yasin menekankan harus loyalitas sehingga bisa solid dan tidak terpecah belah.

“Tahun 2019 kita mengalami penurunan yang drastis di wilayah, jangan sampai kembali terjadi, jangan lengah karena goalsnya partai dilihat dari hasil pemilu. PPP harus memenangkan agenda Pemilu, baik Pilkada maupun Pileg,” pintanya, Rabu (13/10/2021).

Untuk memenangkan agenda politik ke depan, Ade Yasin menekankan kerja-kerja partai yang harus segera dilaksanakan oleh pengurus partai.

“Kita harapkan kepada para Dewan di Kota Bogor bisa mempertahankan lima kursi. Saya apresiasi DPC PPP yang menerima calon struktural dari luar partai,” katanya.

“Namun, saya harapkan calon struktural partai dari luar ini tidak serta merta hanya membawa diri sendiri, melainkan misal memiliki gerbong ya dibawa juga gerbongnya ke PPP,” ucapnya.

Menurut Ade yang juga Bupati Bogor ini, ada beberapa sasaran kerja partai. Pertama, silaturhami untuk tetap merangkul dan mempertahankan kader partai. Silaturahmi kepada tokoh-tokoh PPP, dan tokoh agama yang dahulu pernah ikut serta membesarkan partai.

Kedua, pendekatan kepada kaum perempuan yang menyasar majelis ta’lim karena dianggap kaum yang konsisten.

“Suara perempuan sangat signifikan, jadi bagaimana kita merangkul dan mengajak mereka untuk berada di PPP. Termasuk pendekatan dengan kaum milenial,” imbuhnya.

Ade Yasin menyebut suara kaum milenial sangat potensial saat ini, bahkan mencapai 25 hingga 35 persen.

“Jadi ini sasaran yang harus kita rangkul melalui digitalisasi seperti medsos dan sebagainya,” paparnya.

Keempat, Ade meminta agar kader PPP memberikan perhatian yang lebih kepada kaum dhuada dengan menyalurkan bantuan sosial, dan sebagainya.

“Ingat, menjadi pengurus partai jangan mengharapkan honor, tetapi bagaimana keiklhasan kita untuk membantu dan mengembangkan partai. Soal perjuangan Perda Ponpes di Kota Bogor ini sangat bagus sekali, tetap perjuangkan untuk mengambil pansus,” pintanya.

“Januari akan ada launching seluruh dewan DPW maupun DPC, dimana launching ini untuk menberikan pemahaman menjadi anggota dewan dan sebagainya. Syarat menjadi anggota dewan, loyalitas, integritas, kapasitas, kualitas dan memiliki uang,” sambungnya.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Kota Bogor Zaenul Mutaqin menjelaskan, selain restrukturisasi partai, Muscab merupakan momentum untuk mempertanggung jawabkan hasil kerjanya kepada pengurus, komisionaris dan anggota partai.

“Tidak terasa kita sudah lima tahun menjalani tugas dan intruksi dari DPW PPP dan DPP, sebentar lagi kurang lebih 2 tahun kita akan bertemu lagi dengan hajat pesta demokrasi pemilu 2024,” kata Zaenul Mutaqin.

“Saya bangga terhadap kader kader PPP dari mulai DPC, PAC, ranting, simpatisan non struktural PPP yang sudah bekerja keras. Setelah Pilkada meskipun belum berhasil, namun kita masih mempertahankan 5 kursi di Pemilu Legislatif DPRD Kota Bogor,” sambungnya lagi.

Zaenul Mutaqin mengajak kepada kader untuk bekerja keras untuk menambah perolehan kursi di Kota Bogor pada Pileg 2024 mendatang.

“Amanat dari DPW bahwa kita tidak boleh berpuas diri. Mudah-mudahan 2024 kita bisa menambah perolehan kursi di Kota Bogor. Minimal 8 kursi di Kota Bogor dan memperoleh kursi pimpinan,” tegasnya.

Zaenul Mutaqin memaparkan, Muscab ini tidak hanya pergantian pengurus, pemilihan formatur dan sebagainya, namun Muscab ini jadikanlah sebagai ajang konsolidasi kedepan.(ded)

Editor : Yosep