logo-radar-bogor

MUI Pastikan Vaksin Zifivax Asal Tiongkok Suci dan Halal

Ilustrasi MUI
Ilustrasi MUI

JAKARTA-RADAR BOGOR, Opsi penggunaan vaksin Covid-19 bertambah lagi. Kemarin Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa halal terhadap Vaksin Zifivax yang diproduksi perusahaan asal Tiongkok, yaitu Anhui Zhifei Longcom Biopharmaceutical.

Percepatan Vaksinasi Kabupaten Bogor Terkendala Luas Wilayah

Fatwa halal itu memperkuat dasar penggunaan Vaksin Zifivax. Sebelumnya, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) pada Kamis (7/10/2021).

Ketua MUI Bidang Fatwa Asrorun Niam Sholeh mengatakan, berdasar kesepakatan pleno komisi, Vaksin Zifivax dapat digunakan oleh umat Islam.

”Vaksin Zifivax hukumnya suci dan halal,’’ ujarnya di kantor MUI Pusat, Jakarta.

Hal itu ditetapkan dalam Fatwa MUI Nomor 53 Tahun 2021 tentang Produk Vaksin Covid-19 dari Anhui China. Fatwa tersebut dibahas dan ditetapkan pada 28 September 2021.

Setelah ditetapkan sebagai vaksin halal, MUI merekomendasikan penggunaan Vaksin Zifivax untuk percepatan vaksinasi guna tercapainya kekebalan kelompok.

”MUI berharap pemerintah terus berikhtiar dengan memprioritaskan pengadaan vaksin yang halal semaksimal mungkin,’’ jelasnya.

Meski opsi vaksin halal di Indonesia sudah bertambah, Asrorun memastikan penggunaan vaksin AstraZeneca yang secara syariat haram masih diperbolehkan.

Pasalnya, secara agregat, jumlah vaksin yang tersedia masih jauh dari kebutuhan untuk menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok.

Vaksin Sinovac yang sudah dipastikan kehalalannya baru tersedia 175 juta dosis. Padahal, kebutuhannya mencapai 426 juta dosis. ”Dengan demikian, masih ada defisit untuk kebutuhan herd immunity,’’ ungkapnya.

Untuk Indonesia, pemegang izin penggunaan darurat dipegang oleh PT Jakarta Biopharmaceutical Industry (JBio). Director of Marketing and Partnerships PT JBio Chairuddin Yunus mengatakan, dengan adanya fatwa MUI, penggunaan vaksin Zifivax semakin kuat.

Dia menambahkan, jika pemerintah Indonesia berminat mendatangkannya, pihaknya siap memberikan suplai. Tahun ini ada 50 juta dosis vaksin yang siap digunakan. ”Tahun depan 150 juta,’’ ujarnya.

Selain izin BPOM dan fatwa MUI, Yunus menyebut bahwa vaksin Zifivax sudah memenuhi standar WHO. Berdasar uji coba di Bandung dan Jakarta sejak enam bulan lalu, efikasi diklaim mencapai 81 persen. (jpg)