Beranda Uncategorized Masalah Ini Bikin Honorer Gelisah Terus!

Masalah Ini Bikin Honorer Gelisah Terus!

Masalah Ini Bikin Honorer Gelisah Terus!
Masalah Ini Bikin Honorer Gelisah Terus!

RADAR BOGOR, Seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) guru 2021 tahap I yang diikuti para guru honorer telah digelar.

Seharusnya hasil tes diumumkan pada 24 September 2021.

Namun, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menunda jadwal pengumuman kelulusan tersebut.

pmb universitas nusa bangsa bogor

Indonesia Dekati China, Ini Alasan Menko Luhut

Penundaan pengumuman tersebut hingga kini masih belum jelas sampai kapan batas waktunya.

Kemendikbudristek hanya meminta Panselnas menunda pengumuman kelulusan PPPK, yang seharusnya dilaksanakan 24 September.

“Ini sepertinya ada sesuatu, ya, kok diundur-undur terus jadwalnya dari awal pelaksanaan rekrutmen PPPK guru 2021 sampai pengumuman,” kata Ketua Forum Honorer K2 Kabupaten Blitar Sri Hariyati kepada JPNN, Senin (27/9/2021).

Sri Hariyati menjelaskan, pada rapat kerja Komisi X DPR RI yang digelar 23 September 2021, para wakil rakyat mendesak pengumunan kelulusan PPPK guru tahap I ditunda.

Mendikbudristek Nadiem Makarim setuju dengan diterbitkan surat penundaan pengumuman oleh Dirjen Guru Tenaga Kependidikan (GTK) Iwan Syahril per 23 September.

Sementara itu, Ketua Panselnas Bima Haria Wibisana mengungkapkan surat penundaan memang sudah ada.

Namun belum tercantum tanggal penundaan sampai kapan. ”Dari informasi tersebut menunjukkan honorer seperti digantung. Karena ternyata penundaannya enggak tahu sampai kapan,” kata Sri.

Sri yang juga menjadi Ketua Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Kabupaten Blitar menilai, sebagian besar guru honorer menjadi merasa terombang-ambing. Bagi yang sudah tes, merasa waswas tidak lulus.

Untuk yang belum ikut ujian, ada rasa khawatir jadwal pelaksanaan tes tahap II dan III makin molor.

“Kami hanya berharap pemerintah tidak membuat guru honorer makin gelisah. Kalau diulur terus kami pun bertambah tua,” tutup Sri Hariyati. (*/JPNN)