Beranda Pendidikan Tanam Bibit Mangrove hingga Bersih Lingkungan di Pulau Rambut

Tanam Bibit Mangrove hingga Bersih Lingkungan di Pulau Rambut

Kegiatan di Pulau Rambut
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mahasiswa UNB di ekosistem mangrove di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, Jakarta Utara 4 September 2021.

JAKARTA- RADAR BOGOR, Pulau Rambut, merupakan satu dari sedikit kawasan konservasi di Ibu Kota Jakarta. Peran ekologis Pulau Rambut sangat penting bagi berbagai jenis burung air, baik jenis burung penetap maupun jenis burung migran.

KKNT, 119 Mahasiswa UNB Berikan Pelatihan Masyarakat Terkait Covid-19

Oleh karena itu kelestarian ekosistem Pulau Rambut sebagai habitat burung perlu terus dipelihara. Pulau Rambut memiliki beragam ekosistem, yaitu, ekosistem mangrove, ekosistem hutan pantai, dan hutan dataran rendah.

mitra-10-shop-vaganza

Sebagai bentuk perhatian terhadap kelestarian ekosistem di Pulau Rambut, dosen, mahasiswa, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan, dan kelompok Mahasiswa Pencinta Alam Rimba (MAPAR) Universitas Nusa Bangsa (UNB), mengadakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat pada ekosistem mangrove di Suaka Margasatwa Pulau Rambut, Jakarta Utara pada 4 September 2021.

Kegiatan diawali dengan apel kehadiran, dilanjutkan dengan penanaman bibit mangrove (Rhizopora mucronata) sebanyak 200 batang, dan kegiatan bersih lingkungan dengan mengumpulkan sampah anorganik di kawasan Pulau Rambut.

Acara apel, dihadiri oleh petugas resort wilayah konservasi, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta. Setelah apel, peserta melakukan penanaman bibit mangrove (Rhizopora mucronata).

UNB di Pulau Rambut
Kegiatan mahasiswa UNB di Pulau Rambut

Bibit tersebut sudah disiapkan oleh Balai KSDA DKI Jakarta dan ditanam pada areal hutan mangrove bagian barat. Penanaman dilakukan dalam petak berukuran 2 m x 4 m, sebanyak tiga petak dengan jarak tanam tanam 30 cm.

Selanjutnya, peserta melakukan kegiatan bersih lingkungan di kawasan Suaka Margasatwa Pulau Rambut. Objek sampah adalah berbagai jenis dan bentuk sampah anorganik seperti plastik. kemasan makanan, styrofoam, sandal karet, dan sampah anorganik padat lain.

Pada kegiatan tersebut, berhasil dikumpulkan sebanyak 15 karung sampah lalu dikumpulkan, dan menunggu diangkut oleh petugas Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.

Kegiatan serupa diharapkan dapat terus berlanjut di masa yang akan datang sebagai salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam program pengabdian konservasi keanekaragaman hayati. (*)

Editor : Yosep