Beranda Opini Momentum Hari Tani Untuk Kedaulatan dan Ketahanan Pagan Nasional

Momentum Hari Tani Untuk Kedaulatan dan Ketahanan Pagan Nasional

Ainun Fiki, Mahasiswa Fakultas Pertanian IPB

Oleh: Ainun Fiki, Mahasiswa Fakultas Pertanian IPB

Hari Tani menjadi momentum bagi Indonesia untuk berbenah, negara yang notabennya sebagai negara agraris, apakah sudah selaras dengan kondisi pangan dan pemanfaatan SDA nya?

Upaya untuk menyambut momentum hari tani dan memperbaiki kondisi pertanian di Indonesia terus digemakan.

mitra-10-shop-vaganza

Banyak para akademisi, LSM, dan masyarakat mengkritisi peran pemerintah dalam menangani pertanian dan pemanfaatan SDA di Indonesia.

Seperti yang kita ketahui Indonesia merupakan negara agraris yaitu negara yang memiliki lahan pertanian yang luas, sumber daya alam yang beraneka ragam dan melimpah.

Akan tetapi, Indonesia masih menghadapi permasalahan di bidang pertanian khususnya pangan yakni ketahanan pangan dan cadangan pangan nasional.

Salah solusi yang dicanangkan pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan nasional adalah pelaksanaan program food estate di berbagai kawasan.

Program food estate sendiri merupakan rencana pengembangan pangan yang terintegrasi antara pertanian, perkebunan, dan peternakan di suatu kawasan.

Food estate ini juga merupakan rencana pengembangan yang akan masuk ke Rencana Strategis Nasional sebagai upaya mencapai ketahanan pangan. Melalui program ini, Indonesia diharapkan dapat mencapai ketahanan dan kemandirian pangan.

Namun, program ini tidak sepenuhnya berjalan secara lancar banyak oknum yang memanfaatkan kesempatan ini untuk kepentingan pribadi, isu korupsi SDA menjadi hal yang deras terdengar belakangan ini, sehingga semakin membuat geram para pejuang kesejahteraan pangan.

IPB sebagai kampus pertanian terbaik di Indonesia, berusaha memberikan rekomendasi kepada Pemerintah melalui kajiannya yang selalu diberika ketika momen hari tani tiba, IPB juga kerap mengelar acara diskusi sebagai bentuk respon terkait permasalahan yang ada.

Gerakan mahasiswa juga menjadi alternatif besar untuk mewujudkan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional, dengan output kajian, policy breff dan bundelan kajian, yang nantinya akan di audiensikan bersama pemerintah untuk menyambungkan aspirasi petani dan menujukan kedaulatan petani. (*)