Beranda Metropolis Antisipasi Kebakaran, Lapas Kelas IIA Paledang Pasang Alarm Panic Button

Antisipasi Kebakaran, Lapas Kelas IIA Paledang Pasang Alarm Panic Button

Lapas Kelas IIA Paledang
Pemasangan alarm panic button di Lapas Kelas IIA Paledang.

BOGOR-RADAR BOGOR, Lapas Kelas IIA Paledang, Kota Bogor memasang alarm panic button di setiap blok untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran.

Razia Kamar Tahanan Lapas Paledang, Petugas Temukan Pisau

Kepala Lapas Kelas IIA Paledang Waskito mengatakan, selain pemasangan alat panic button pihaknya juga melakukan perbaikan instalasi di seluruh kamar warga binaan.

mitra-10-shop-vaganza

“Kita rapihkan, dan memang sudah cukup lama ya instalasi ini tidak pernah dicek,” kata Waskito, Jumat (24/9/2021).

Kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang, Banten Rabu (8/9/2021) silam menjadi perhatian khusus Lapas Kelas II Paledang.

“Momen kemarin menjadi momen untuk kami semua dijajaran Lapas Kelas IIA Bogor melakukan pembenahan,” ucapnya.

Ke depan, alarm panic buttom akan terkoneksi dengan alat penegak hukum (APH) seperti kepolisian, dan TNI, serta pemadam kebakaran. Sehingga ketika terjadi masalah, kata dia, setidaknya dapat cepat teratasi.

“Tadi juga kita sudah sampaikan dengan pak kapolres, bagaimana caranya panic button yang ada di Lapas Kelas IIA Paledang itu terkoneksi baik dengan Polres maupun dengan kodim,” katanya.

Menurutnya, panic button yang ada di Lapas Kelas IIA Paledang itu juga dapat terkoneksi dengan polres.

“Begitu ditekan petugas dari Polresta Bogor Kota bisa datang. Ini bentuk kerjasama sinergitas lapas dengan Polres,” ucapnya.

Waskito menegaskan jika dirinya yang meminta untuk mengganti instalasi listrik di Lapas Kelas IIA Paledang.

“Kondisinya sebetulnya masih baik, tapi kita antisipasi jadi saya pengen kita perbaiki kabelnya. Semua kita ganti, sudah tidak ada lagi yang boleh menyambung-menyambung listrik. Rawannya kan disitu,” tegasnya.

Menurutnya, banyak instalasi listrik dimodifikasi oleh warga binaan untuk menyambungkan listrik.

“Takutnya terjadi konsleting. Apalagi, Informasi yang saya dengar dari Lapas Tangerang kan konsleting kan gitu. Kita juga lapas Bogor harus mengantisipasi itu,” paparnya.

Saat ini panic button hanya berfungsi di internal Lapas Kelas IIA Paledang. Namun, ke depan akan terkonekai dengan eksternal.

“Tadi saya sudah sampaikan ke pak kapolres bagaimana caranya panic button ini terkoneksi dengan APH, kepala penegak hukum lainnya. Polres, dandim, damkar, satpol pp . Kita mau kolaborasi supaya lapas Bogor ini bisa terkoordinasi dengan baik,” tukasnya.(ded)