Beranda Pendidikan Mas Menteri: Pembelajaran Tatap Muka Tetap Jalan

Mas Menteri: Pembelajaran Tatap Muka Tetap Jalan

Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

RADAR BOGOR, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemendikbudristek) menemukan adanya 25 klaster Covid-19 di Jakarta yang berasal dari kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Dilansir dari Situs web sekolah.data.kemdikbud.go.id tertera total pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) yang tercatat positif Covid-19 mencapai 227 kasus.

Kalkulasi Pengamat Soal Duet Maut Airlangga-Sandiaga

mitra-10-shop-vaganza

Sedangkan siswa atau peserta didik yang tertular Covid-19 dan berstatus positif terhitung 241 kasus.

Meski demikian, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim menegaskan proses pelaksanaan pembelajaran tatap muka tetap dilanjutkan, dengan mengacu pada status angka Covid-19 di wilayahnya.

Nadiem mengimbau jika ditemukan adanyaklaster sekolah, kepala dinas pendidikan setempat atau kepala sekolah segera mengambil sikap dengan menutup sekolah untuk sementara waktu.

“Kalau pun ada klaster kepala dinas pendidikan maupun kepala sekolah menutupnya sementara. Dan pastinya mereka menjaga protokol kesehatan namun aturan menteri pendidikan tetap dijalankan,” tutur Nadiem dalam keterangan resminya, Rabu (22/9/2021).

Ia menekankan, penerapan protokol kesehatan di lingkungan pendidikan adalah sebuah keharusan dan dipastikan berjalan sesuai prosedur.

Pihaknya mengklaim semua kasus penularan yang terjadi di sekolah saat pembelajaran tatap muka berlangsung telah diselidiki secara detai dan menyeluruh.

“Sekolahnya tentu kita dorong langsung tutup dan jangan sampai berhentikan proses pelaksanaan tatap muka,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda meminta Menteri Nadiem mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Indonesia.

“Pertama kita minta untuk dimitigasi dari pihak Satgas, dari pihak sekolah, untuk memperjelas status penularannya sebenarnya dimulai dari mana. Mitigasi ini penting supaya jadi pembelajaran sekolah-sekolah yang lain,” ucap Syaiful di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, kemarin. (fajar)