Beranda Metropolis PPKM Level 3 Diperpanjang, PTM Terbatas Bisa Awal Oktober

PPKM Level 3 Diperpanjang, PTM Terbatas Bisa Awal Oktober

PPKM Level 3
Wali Kota Bima Arya menyebut PPKM Level 3 Kota Bogor kembali diperpanjang.

BOGOR-RADAR BOGOR, Status PPKM Level 3 Kota Bogor kembali diperpanjang mulai Selasa (21/9/2021) hingga Senin (27/9/2021) nanti.

Antisipasi Gelombang Baru, PPKM Jawa-Bali Diperpanjang Lagi

Dari perpanjangan status PPKM Level 3 Kota Bogor ini, ada sejumlah sektor yang dijadwalkan akan segera dilaksanakan.

pmb universitas nusa bangsa bogor

Yakni, penerapan program ganjil genap dan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas.

“Untuk ganjil genap ini masih dilanjut,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya, Selasa (21/9/2021).

Bima mengatakan, Satgas Covid-19 masih menerapkan ganjil genap untuk mengurangi kerumunan.

“Kita akan lihat datanya,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya kepada wartawan, Selasa (21/9/2021).

Dilanjutkan Bima Arya, apabila data kasus penambahan pasien terpapar Covid-19 kembali meningkat, pihaknya akan kembali memperketat penerapan ganjil genap di wilayah Kota Bogor.

“Kalau datanya naik bisa jadi ganjil genap dikencengin (diperketat). Tapi data sekarang kan lagi bagus nih, kemarin penambahan kasus Covid-19 saja hanya 8 orang per hari dan kita sudah memasuki dibawah angka 20. Ini yang harus kita sama-sama pertahankan,” ucapnya.

Disinggung soal pelaksanaan PTM, Bima Arya menerangkan, pihaknya sudah menjadwalkan untuk melakukan uji coba. Rencananya, PTM secara terbatas ini akan diselenggarakan pada Senin (4/10/2021) nanti.

“Tetap sesuai jadwal, awal Oktober tanggal 4 Insya Allah,” imbuh Bima Arya.

Saat ditanya, apakah ada sektor lain yang dilonggarkan di PPKM Level 3 ini, Bima memastikan tidak ada. “Enggak ada yang baru, sama semua,” ujarnya.

Diketahui, hingga sampai saat ini masih ada beberapa sektor yang belum diizinkan beroperasi di wilayah Kota Bogor di tengah status PPKM Level 3. Di antaranya, izin operasional tempat wisata, Tempat Hiburan Malam (THM) dan sekolah.

Sementara, banyak juga sektor yang sudah diizinkan beroperasi atau dibuka namun masih dibatasi 50 hingga 70 persen. (ded)