Beranda Pendidikan Ratusan Mahasiswa Baru FEB Unpak Ikuti WEBF 2021, Dekan: Didorong Memiliki Kemampuan...

Ratusan Mahasiswa Baru FEB Unpak Ikuti WEBF 2021, Dekan: Didorong Memiliki Kemampuan Pemecahan Masalah yang Baik

Ratusan Mahasiswa Baru FEB Unpak Ikuti WEBF 2021

BOGOR-RADAR BOGOR, Kelembagaan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pakuan (Unpak) mengadakan kegiatan yang bernama Welcome to Economic and Business Faculty (WEBF) 2021.

Bertajuk “Future Leader Fest of Generation Z”.
WEBF yang dilakukan selama dua hari sedcara daring itu juga merupakan program pengenalan sistem pendidikan tinggi (P2SPT) yang tentu saja penting untuk dilakukan sebagai awal agar Mahasiswa/i baru dapat memahami dan mengetahui berbagai hal mengenai dunia perkuliahan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pakuan.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpak Hendro Sasongko membuka langsung kegiatan WEBF 2021.

Ia menyampaikan, kurikulum Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpak mengacu pada Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), sehingga materi yang nanti diberikan sudah mengakomodasi materi yang digagas pemerintah pusat.

“Jika kita lihat kurikulum tak hanya di dalam kelas, kita bisa melakukan pendampingan, riset, memiliki kebijakan membangun ekonomi wilayah. Pilarnya adalah Bumdes, dan UMKM menjadi salah satu kebijakan utama,” kata Hendro, saat membuka WEBF, akhir pekan kemarin.

“Mazhab-nya mendorong mahasiswa menjadi wiraswasta yang baik dan tangguh,” kata dia.

Selama mengenyam pendidikan, kata dia, mahasiswa juga akan didorong agar memiliki daya analisis yang kuat, dan kemampuan problem solving atau pemecahan masalah, memiliki kemampuang mengelola data base, dan sebagainya secara baik.

“Akan bisa tangguh jika memiliki daya analisis yang kuat, kemampuan pemecahan masalah, dan memiliki komunikasi, negosiasi yang baik, kolaborasi yang baik. Dan itu menjadi perhatian kita,” tegasnya.

Hendro meminta agar berkarya dan belajar dengan baik, dirinya menginginkan anak didiknya memiliki talenta, serta bakat yang dapat disalurkan baik melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Badan Legislatif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Manajemen, Himpunan Mahasiswa Akutansi.

“Silahkan salurkan bakat kalian, dan saya minta kepada pengurus himpunan, adik-adiknya tolong bina bukan di pelonco,” imbuhnya.

Dirinya juga engapresiasi kepercayaan masyarakat kepada Fakultas FEB Universitas Pakuan pada penerimaan mahasiswa tahun ajaran 2021/2022.

“Kepada orang tua saya sampaikan terima kasih karena menitipkan putra putri bapak ibu sekalian, kepercayaan bapak ibu akan kami jaga dengan baik. Jumlah tahun ini bahkan lebih tinggi dibandingkan tahun lalu, padahal masih dalam suasana pandemi covid,” paparnya.

Sementara itu, Wadek 1 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Retno Martanti Endah Lestari menegaskan kepada mahasiswa dan orang tua agar turut serta mengawasi pembelajaran selama menuntut ilmu.

Fakultas Ekonomi dan Bisnis, saat ini menyandang akreditasi A dan mengharuskan lulusan mahasiswa tahun ajaran 2021/2022 lulus tepat waktu. Hal itu dilakukan untuk mempertahankan status akreditasi mendatang.

“Jika lebih, misal lulus 2026 maka akreditasi terancam turun, jadi hal ini sangat menjadi ukuran mempertahankan akreditasi dari program studinya, jadi mohon dengan sangat kerjasama kita, kita berharap setelah lulus anak-anak kita jadi lebih produktif,” pintanya.

“Adik-adik ayo Bismillah, kita niatkan lulus di 2025, sehingga kehidupan kita masing-masing sudah kita planning hari ini karena ini akan berpengaruh terhadap semua, anggaran rencana hidup, dan banyak sekali,” sambungnya.

Diharapkan, untuk dapat mencetak anak-anak unggul, mandiri dan berkarakter, didukung dengan kerjasama baik industri dan universitas lain, di Indonesia maupun di luar negeri.

“Kita ada program MBKM implementasi regulasi Menteri, Insya Allah akan kita terapkan bersama,” tukasnya.

Untuk diketahui, Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor, Zulfikar Priyatma menjadi salah satu pemateri yang memberikan pembekalan agar kedepannya mahasiswa mampu menciptakan lapangan kerja.

Editor: Rany