Beranda Metropolis Kasus Thalassemia Tinggi, RS PMI Ajak Warga Skrining Pranikah

Kasus Thalassemia Tinggi, RS PMI Ajak Warga Skrining Pranikah

Thalassemia
Pasien thalassemia di RS PMI Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, RS PMI terus berupaya menekan jumlah penderita penyakit genetik, thalassemia.

Penderita Thalassemia di Bogor Memprihatinkan, Meningkat 409 Orang

Untuk menekan penyakit kelainan sel darah merah tersebut, masyarakat diajak melakukan skrining darah sebelum melakukan pernikahan.

pmb universitas nusa bangsa bogor

Direktur Utama RS PMI Bogor dr. Djoko Setionegoro mengatakan, Indonesia masuk dalam negara yang tinggi akan pasien penyakit thalassemia. Sejak awal dirinya bergabung di RS PMI pada medio 2003, jumlah pasien thalassemia hanya berkisar 10 hingga 20 orang.

Namun, saat ini setidaknya RS PMI Bogor menangani 400 penderita thalassemia, dan sebagian besar penderitanya merupakan anak-anak.

“Sasaran kita ada skrining pra nikah supaya kedua pasangan tidak menurunkan thalassemia kepada anaknya,” kata dr Djoko kepada wartawan saat memperingati HUT RS PMI ke-76, belum lama ini.

Menurutnya, skrining thalassemia merupakan metode pengujian untuk mengetahui ada atau tidaknya gen thalassemia dalam darah. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah pasien untuk diuji di laboratorium.

“Di beberapa negara yang memiliki kasus thalassemia, sekarang 0 persen, karena ada skrining thalassemia,” ucapnya.

dr Djoko menungkapkan, thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang bersifat keturunan. Penyakit ini menyebabkan penderitanya mengalami gejala kurang darah atau anemia.

“Jadi penyakit ini (thalassemia) bukan ditularkan, tapi diturunkan oleh orang tuanya,” ucapnya.

Setiap bulannya, mereka harus melakukan transfusi darah untuk menambah sel darah yang kurang. Karenanya, amat penting bagi pengidap thalassemia untuk menjaga kadar hemoglobin dalam keadaan normal (10-15 g/dl).

“Biasanya penderita thalassemia hanya memiliki (4-5 g/dl). Kebayang gak ? mereka pasti lemah, letih, lesu nafsu makan berkurang, jadi pertumbuhan anak akan terganggu,” paparnya.

“Karena anak setiap bulan harus melakukan transfuse darah. Pasti stres, kalau sudah transfusi (darah) bisa lari-lari, jadi kita akan mensosialisasikan skrining thalassemia,” sambungnya.

Sebagai rumah sakit yang menjadi pusat thalasemia di Kota Bogor, ditambahkanya, saat ini telah didukung dr Hikari sebagai konsultan hematologi.

Sementara itu, Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan dr. Banon Sukoandari menegaskan ahli hematologi yang dimilikinya merupakan yang pertama di Kota Bogor. Kehadirannya, dapat memberikan treatmen yang baik kepada penderita thalassemia secara berkala.

“Bisa dikatakan menjadi unggulan. Dan ini menjadi hal yang kami tunggu-tunggu karena kedepannya pasien thalassemia akan mendapatkan tretmen yang lebih,” ucapnya.

“Kami juga ditunjuk Dinkes Provinsi jawa Barat untuk menjadi pusat pemeriksaan skrining thalassemia,” ucapnya.

Ke depan, dirinya berharap Kota Bogor memiliki bulan thalassemia mengingat harga ragen yang cukup mahal.

“Kami upayakan bagaimana bisa melakukan pemeriksaan itu, nanti akan dibuat waktu tertentu. Jadi Istilahnya ada bulan skrining thalassemia, karena jika dibuka sepanjang tahun harganya cukup mahal,” tukasnya.(ded)

Editor : Yosep