Beranda Pendidikan Kreativitas Warga Cibuntu Diasah Dosen-Mahasiswa UNJ

Kreativitas Warga Cibuntu Diasah Dosen-Mahasiswa UNJ

BOGOR-RADAR BOGOR, Dosen dan mahasiswa Program Studi Pendidikan Masyarakat (Penmas) Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Jakarta (FIP-UNJ) kembali turun ke tengah masyarakat lewat pelatihan pengolahan susu.

Kali ini mengasah kreativitas warga Desa Cibuntu, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dengan membuat susu menjadi ’’chesse milk shake’’.

Kegiatan dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mensukseskan program Pendidikan Multiliterasi.

mitra-10-shop-vaganza

Meningkatkan multiliterasi bagi masyarakat merupakan suatu aktivitas yang dapat membantu meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi masyarakat dengan cara berbagi informasi bermanfaat di masa pandemi Covid-19, salah satunya dengan melakukan pelatihan.

Pelatihan ini berlangsung secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat dan berlangsung pada 3 September 2021.

Diikuti 12 peserta dari kalangan ibu-ibu dan anak muda putri. Bertempat di kediaman Martina, warga RW 06, Desa Cibuntu. Mereka dilatih membuat minuman chesse milk shake dengan berbagai macam varian rasa
Kegiatan praktik dipandu langsung enterpreuner muda Mohammad Adli yang juga mahasiswa UNJ sekaligus owner usaha susu di Jakarta.

Setiap peserta diajarkan langsung membuat minuman chesse milk shake mulai dari memblender, meracik, menakar minuman sampai menuangkan pada botol yang sudah disediakan.

Pelatihan ini mendapat sambutan baik dari pengurus desa dan para peserta kegiatan. Hal ini terlihat dari antusiasme peserta yang mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir dengan serius.

’’Dari kegiatan ini kami jadi memiliki pengetahuan tentang proses membuat minuman berbahan susu yang digandrungi anak-anak muda,’’ ungkap Martina, salah satu peserta.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNJ, Intan Purnama Dewi (dosen) mengungkapkan kegiatan semacam ini sebagai bantuk partisipasi dunia kampus untuk berbagi ilmu pengetahuan dalam bentuk pemberdayaan masyarakat. (*)