Beranda Pendidikan Mendikbudristek Tegaskan Vaksinasi Bukan Kriteria Pelaksanaan PTM

Mendikbudristek Tegaskan Vaksinasi Bukan Kriteria Pelaksanaan PTM

Ilustrasi Mahasiswa kuliah secara daring.

RADAR BOGOR, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin didampingi Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meninjau vaksinasi di Pondok Pesantren An Nawawi Tanara Kabupaten Serang.

Vaksinasi dilakukan di tiga lokasi yaitu gedung olah raga (GOR) Tanara untuk vaksinasi santri putra, aula putri untuk vaksinasi santri putri, dan aula utama untuk vaksinasi masyarakat umum.

Nadiem pun menegaskan vaksinasi bukan menjadi kriteria untuk PTM terbatas. Namun, bagi sekolah yang guru dan tenaga kependidikannya sudah divaksinasi dua dosis, wajib untuk memberikan opsi PTM terbatas.

mitra-10-shop-vaganza

“Jadi, itu menjadi dasar kebijakan pemerintah pusat, vaksinasi bukan menjadi kriteria untuk tatap muka. Tapi malah kalau sekolahnya semua guru sudah lengkap divaksinasi dia wajib melakukan tatap muka. Jadi sekali lagi, vaksinasi yang mengejar tatap muka terbatas, bukan sebaliknya,” jelas dia dikutip, Jumat (17/9/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Banten, Tabrani mengatakan bahwa sejak diterbitkannya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 35 Tahun 2021 yang mengatur bahwa sekolah di wilayah Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 sampai 3 dapat menyelenggarakan tatap muka terbatas.

“Asalkan sekolahnya sudah memenuhi syarat, kami persilakan menyelenggarakan tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat,” ungkapnya.

Kadisdikbud Provinsi Banten juga mengungkapkan data vaksinasi guru dan tenaga kependidikan hampir mencapai seratus persen.“Kecuali bagi yang belum diperbolehkan untuk divaksinasi oleh nakes,” ujarnya.

Kemudian, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, per 16 September 2021 sekitar 57 persen pelajar usia 12-17 tahun di Provinsi Banten telah divaksinasi.

“Kami berharap sampai akhir September ini bisa mencapai sekitar 65 persen,” pungkas Tabrani. (Fajar)