Beranda Metropolis Warga Miliki Komorbid di Kota Bogor Takut Divaksin

Warga Miliki Komorbid di Kota Bogor Takut Divaksin

Petugas medis saat vaksinasi warga. (26/8/2021). dosis ketiga bagi tenaga kesehatan tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Bogor, Foto : Hendi

BOGOR-RADAR BOGOR, Vaksinasi Covid-19 dengan sasaran memiliki komorbid di Kota Bogor terbilang rendah.

Dinas Kota (Dinkes) Kota Bogor menyebut capaian vaksinasi dengan sasaran tersebut hanya mencapai 20 persen.

Kepala Dinkes Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan, penyerapan vaksinasi Covid-19 dengan sasaran warga yang memiliki komorbid serta yang belum suntik karena gagal saat skrining paling rendah

mitra-10-shop-vaganza

Retno mengungkapkan sebagian warga masih merasa khawatir mendapatkan vaksinasi. Padahal, vaksin sudah dirancang untuk yang memiliki komorbid.

“Kita tahu vaksin ini ditujukan untuk virus penyebab COVID-19 dan virus ini berisiko dialami orang dengan komorbid,” kata Retno.

Berdasarkan catatanya, terdapat 5 hingga 7 persen warga yang tidak lolos skrining dan tidak divaksin karena memiliki komorbid.

“Angka yang gagal vaksin 50 hingga 60 ribu jiwa,” kata Retno.

Karena itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang saat ini masih memiliki stok vaksin jenis moderna dapat dialihkan alokasinya untuk masyarakat umum yang memiliki komorbid.

“Kota Bogor itu awalnya terdapat sasaran 11 ribu nakes yang dijadwalkan mendapatkan vaksin booster, tapi belum semua. Jadi 8.000 hingga 9.000 vaksin (moderna) dialokasikan untuk komorbid,” paparnya.

“Kami (Pemkot) mendapatkan masukan dari dokter spesialis yang menangani pasien, agar diberikan kesempatan yang tidak lolos vaksin bisa akses ke masing-masing faskes,” sambungnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sempat menggelar vaksinasi Covid-19 khusus warga komorbid yang berlangsung Senin (6/9) hingga Kamis (9/9/2021) pada pekan lalu di tujuh rumah sakit yang telah ditunjuk.

“Sudah dijadwalkan kehadiran hanya 20 persen dari target. Setelah evaluasi, mereka masih merasa takut dan tidak mau divaksin. Intinya mereka khawatir,” kata Retno.

Retno menyadari dibutuhkan kesabaran dan pemahaman untuk meyakinkan masyarakat agar mereka mau divaksin.

“Meski punya komorbid tapi yang bisa divaksin adalah komorbid yang terkontrol, misal punya hipertensi, ketika mau vaksin tensinya tidak boleh 200,” imbuhnya.

Diketahui saat ini capaian target vaksinasi Kota Bogor mencapai 73,76 persen.

Berdasarkan sasaran, untuk kategori tenaga kesehatan dengan 9.150 sasaran dan 72.682 sasaran petugas publik telah selesai 100 persen.

Untuk kategori lansia, dari 74.682 sasaran baru mencapai 45.130 orang atau 60,4 persen.

Untuk 104.417 sasaran remaja, baru 42.683 sasaran atau 40,8 persen, dan 557.437 sasaran masyarakat umum, baru 155.303 orang atau 27,8 persen yang baru divaksin.

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bekerja sama dengan Gojek menggelar vaksinasi Covid-19 di tiga sentra vaksinasi, yakni Rumah Sakit PMI, Rumah Sakit Ummi dan Rumah Sakit Melania dengan menggunakan vaksin Moderna.

Vaksinasi massal khusus warga komorbid ini berlangsung Senin (6/9) hingga Kamis (9/9) mendatang, dengan kuota peserta 600 orang per hari.

Selain itu, Pemkot Bogor juga bekerja sama dengan Good Doctor dan Grab membuka sentra vaksinasi dengan vaksin Moderna di empat rumah sakit, yakni RSUD Kota Bogor, Bogor Senior Hospital Bogor, RS Hermina Bogor dan RS BMC.

Persyaratannya peserta berusia 18 tahun ke atas dan memiliki KTP Kota Bogor, belum pernah mendapatkan vaksin Covid-19 sebelumnya, memiliki Komorbid dan membawa surat rekomendasi dokter, hanya untuk yang sudah mendaftar melalui aplikasi, hanya berlaku untuk yang melaksanakan vaksinasi pertama (1), tidak menerima akseptor yang terdaftar dalam Vaksinasi Gotong Royong.

“Hari ini kuota peserta di RS PMI 162 orang namun sampai siang ini yang datang baru sedikit padahal sudah disosialisasikan di media sosial PMI, Pemkot dan Gojek,” ujar Kepala Bidang Sekretariat RS PMI Kota Bogor, Niken Churniadita, Senin (6/9/2021).

Niken sapaannya mengatakan, pihaknya akan mencoba kembali menyampaikan informasi ini di poliklinik Rumah Sakit PMI agar semakin banyak peserta yang hadir.

Ia mengingatkan, khusus peserta vaksin dengan komorbid wajib membawa surat rekomendasi dari dokter yang merawat, surat ini turut dilampirkan dengan persyaratan lainnya seperti KTP dan kartu kendali.

“Selebihnya sama, termasuk dosis vaksinnya tapi untuk komorbid dipilih jenis vaksin yang keampuhannya tinggi dan efek sampingnya lebih rendah seperti Moderna,” imbuhnya.

Rumah Sakit PMI Kota Bogor kata dia, turut serta memfasilitasi gelaran vaksinasi ini tak lain agar Pandemi Covid-19 lekas selesai dengan lebih banyak dibukanya sentral vaksin.

Apalagi bagi peserta komorbid akan lebih nyaman jika melakukan vaksinasi di rumah sakit, karena di sini tidak sepadat sentral vaksin lainnya mengingat peserta komorbid lebih berisiko.

Reporter: Dede
Editor: Rany