Beranda Berita Utama Lacak Orang Positif Covid Berkeliaran, Satgas Diminta Terjunkan Tim Reaksi Cepat

Lacak Orang Positif Covid Berkeliaran, Satgas Diminta Terjunkan Tim Reaksi Cepat

Ilustrasi covid. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Kementerian kesehatan (Kemenkes) melaporkan sebanyak 3.830 orang yang positif Covid-19 terdeteksi berkeliaran di tempat umum termasuk mal, bandara, stasiun, hingga restoran.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPR Puan Maharani meminta Satgas Penanganan Covid-19 menerjunkan tim reaksi cepat jika mengetahui adanya orang berstatus hitam yang berkeliaran di tempat umum. Puan menilai, aplikasi PeduliLindungi bisa menjadi dasar pelacakan (tracing).

“Pasien-pasien Covid-19 yang berada di tempat umum agar segera dikarantina untuk menghindari penularan, dan dirawat sebaik mungkin hingga mereka sembuh,” ujar Puan kepada wartawan, Rabu (15/9).

mitra-10-shop-vaganza

Politikus PDIP ini juga meminta seluruh pihak tetap waspada dan tidak lengah walapun laju penularan Covid-19 terus menurun. Kewaspadaan justru perlu ditingkatkan mengingat mulai terjadi pengabaian prosedur, seperti tiga ribuan lebih orang yang kedapatan berkeliaran meski terpapar Covid-19.

“Hal ini menandakan perlunya pengetatan pengawasan. Walaupun PPKM terus mengalami tren penurunan status, jangan lengah, jangan kendor, agar tidak lagi terjadi lonjakan kasus lagi,” katanya.

Puan menuturkan, melandainya kasus Covid-19 di tanah air harus dijadikan momentum untuk berbenah, siapkan infrastruktur kesehatan, terutama infrastruktur khusus untuk menangani kasus-kasus Covid-19.

Dengan infrastruktur kesehatan yang memadai, diharapkan tidak ada lagi gelombang Covid-19 berikutnya. Puan mengatakan, sarana dan prasarana bagi masyarakat terkait Covid-19 juga harus dimaksimalkan.

“Sehingga tidak lagi terjadi kekurangan bed bagi pasien Covid-19 di rumah sakit, kelangkaan oksigen, obat-obatan, dan lain sebagainya,” ujar mantan Menko PMK itu.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan sebanyak 3.830 orang positif Covid-19 masih melakukan mobilitas di luar rumah. Budi menuturkan, mereka terdeteksi melakukan aktivitas di luar rumah lantaran terekam dalam aplikasi PeduliLindungi.

“Kita bisa lihat suprisingly tetap saja ada 3.830 orang yang masuk kategori hitam. Hitam itu artinya positif Covid-19 tapi masih jalan-jalan,” ujar Budi.

Budi menjelaskan dari 3.830 orang yang ‘bergentayangan’ tertular Covid-19 tersebut setidaknya 3.000 orang masih berjalan-jalan di mal, kemudian 43 orang masuk bandara, 63 orang berpergian dengan kereta, dan 55 orang berkunjung ke restoran.

“Padahal orang-orang ini adalah orang-orang yang sudah teridentifikasi positif Covid-19 yang harusnya stay di rumah atau isolasi terpusat,” katanya. (jpc)

Editor : Yosep