Beranda Olahraga Jalani Laga Keseribu Sebagai Pelatih, Mourinho Ternyata Ngaku Berbohong. Kenapa?

Jalani Laga Keseribu Sebagai Pelatih, Mourinho Ternyata Ngaku Berbohong. Kenapa?

Selebrasi heboh Jose Mourinho merayakan gol kemenangan AS Roma.

ROMA-RADAR BOGOR, AS Roma meraih kemenangan dramatis atas Sassuolo di pekan ketiga Serie A, Senin (13/9/2021) dini hari tadi. Itu kemenangan spesial bagi sang pelatih Jose Mourinho yang melakoni pertandingan ke-1000-nya sebagai pelatih.

Pada pertandingan yang berlangsung di Olimpico Stadium, Roma membuka skor di menit ke-37 melalui Bryan Cristante yang memanfaatkan umpan Lorenzo Pellegrini. Sassuolo kemudian menyamakan skor di menit ke-57.

Tim tamu mencetak gol melalui Filip Djuricic yang mendapat assist dari Domenico Berardi. Roma memastikan kemenangan di menit ke-90+1. Adalah Stephan El Shaarawy yang jadi pahlawan kemenangan setelah menyelesaikan umpan Penatua Shomurodov.

Kemenangan 2-1 ini membuat Roma untuk sementara memimpin klasemen Serie A dengan poin sempurna sembilan. Mereka unggul selisih gol atas AC Milan dan Napoli yang juga menyapu bersih tiga pertandingan perdananya.

Tidak heran Mourinho melakukan selebrasi yang luar biasa. Pelatih asal Portugal itu berlari ke pinggir lapangan untuk merayakan gol Stephan El Shaarawy yang saat itu menuju Curva Sud. “Ketika Anda berlari ke pinggir lapangan, itu berarti itu adalah momen spesial,” kata Mourinho di situs resmi Roma.

Mengapa gol El Shaarawy begitu spesial untuk Mourinho? Menurutnya, selama seminggu ia sudah berbohong soal perasaannya. “Karena selama seminggu saya berbohong kepada orang-orang, memberi tahu semua orang bahwa ini bukan permainan khusus,” jelasnya terkait laga ke-1000-nya ini.

“Mungkin saya juga mencoba meyakinkan diri sendiri. Tapi sebenarnya itu – game ini memiliki arti yang sangat spesial bagi saya. Dan saya yakin saya akan mengingatnya sepanjang hidup saya, karena pertandingan ke-1000 saya sebagai pelatih adalah yang satu ini,” lanjutnya.

Mourinho mengatakan, ia benar-benar tidak ingin hasil buruk dalam laga ke-1000-nya ini. “Saya tidak ingin kehilangan game ini, dan saya sangat takut jika itu menjadi kenangan abadi saya saat itu. Jadi saya berbohong kepada semua orang sebelumnya. Itu adalah perasaan yang sangat istimewa,” tuturnya. (fjr)