Beranda info bogor 5 Tips dan Cara Foto Prewedding yang Bagus dan Aesthetic

5 Tips dan Cara Foto Prewedding yang Bagus dan Aesthetic

Ilustrasi foto prawedding

BOGOR-RADAR BOGOR, Fotografi Prewedding sudah menjadi budaya populer. Acara pernikahan terasa kurang lengkap tanpa adanya foto pra-nikah ini. 

Pasangan calon pengantin pun berlomba-lomba untuk membuat foto prewed. Sayangnya tak mudah untuk menghasilkan foto prewed yang cantik. 

Buat Anda, calon pengantin dan vendor prewedding photography pemula. Ikuti tips dan cara foto prewed berikut!  

pmb universitas nusa bangsa bogor

Tips Cara Foto Prewed yang Berkualitas 

Mau konsep foto prewedding yang bagus dan Aesthetic? Mungkin anda perlu mencoba konsep-konsep baru yang out of the box

Berikut tips dan cara foto prewed yang bisa Anda jadikan panduan. Lalu hasilkan foto prewed yang bagus, estetik, dan berkualitas.

1. Buat Konsep dan Tema yang Unik Serta Out of The Box

Sebelum memulai prewedding photoshoot, Anda perlu membuat konsep terlebih dahulu. Tentu saja Anda perlu meluangkan banyak waktu agar tercipta konsep yang matang. 

Konsep dalam Prewed Fotografi sangat luas. Tak ada batasan, selama ada ide dan kreatifitas. Namun, agar anda tak kebingungan mulai dengan pilihan mau konsep indoor atau outdoor. 

Lalu lanjut dengan membuat konsep turunannya. Mau pakai tema kerajaan, kah? Apa mau tema vintage? Film korea, kah? Bebas selama tidak melanggar sara. 

Pemilihan konsep dan tema ini bisa Anda sesuaikan dengan hobi atau profesi calon pengantin. Misalnya, calon pengantin suka berkebun. Boleh loh bikin foto prewed-nya di sawah. Unik dan out of the box, kan? 

Di luaran sana, beragam istilah untuk konsep foto prewed bertebaran. Salah satunya mungkin yang Anda ketahui adalah konsep levitasi (ringan). Konsep ini menghasilkan foto calon pengantin yang seakan-akan terbang.  

Satu lagi konsep fotografi prewedding yang patut Anda coba, yakni konsep dekonstruksi. Konsep ini melawan gaya foto prewed yang umum terjadi. Seperti menampilkan keromantisan, kemewahan, kelembutan, dan kerapian. 

Konsep dekonstruksi justru mengambil tema-tema ringan. Namun unik, berbeda, serta jarang terpikirkan. Misal mengambil setting tempat di parkiran, halte, dan supermarket.  

2. Masukkan Unsur Cerita yang Mengandung Misi Tertentu 

Banyak calon pengantin yang tak sadar. Menganggap foto prewed  sekadar foto biasa. Hanya sebagai pelengkap kartu undangan. Serta untuk dipajang saat acara pernikahan berlangsung.   

Apa spesialnya kalau begitu? Karena itu, supaya Anda menghasilkan foto prewed yang berkualitas. Masukkan unsur cerita dan sebuah misi. 

Jika Anda menggunakan konsep fotografi prewedding dekonstruksi. Anda akan mudah memasukkan misi dan unsur cerita ke dalam foto. Cerita dan misi di sini tak perlu berat. Cukup sampaikan pesan sederhana yang dapat meninggalkan kesan tersendiri di hati orang yang melihatnya. 

Contoh, Anda mau menyampaikan cinta yang kuat dalam kesederhanaan. Lakukan Photoshoot prewedding  di parkiran. Buat calon pengantin seakan-akan mau memarkir motor bersamaan. Dengan wajah riang dan sumringah serta berpakaian casual

3. Pilih Lokasi dan Waktu yang Tepat 

Berbicara lokasi dan waktu untuk foto prewedding. Tentu harus mengacu pada konsep awal. Jangan sampai pemilihan waktu dan tempat tidak sesuai dengan konsep dan tema. 

Menentukan tempat mungkin tak terlalu rumit. Asal mendapatkan izin dari pihak-pihak terkait. Proses photoshoot bisa  langsung Anda lakukan. Soal waktu, Anda harus lebih punya banyak persiapan dan alternatif. Terutama kalau Anda mengambil konsep outdoor foto prewed. So, persiapkan diri Anda dan tim untuk menghadapi berbagai hal tak terduga. 

Kapan waktu terbaik untuk melakukan pemotretan? Sebenarnya, tak ada waktu paling ideal. Semua kembali kepada kreativitas saja. 

Baik pagi, sore, siang, ataupun malam. Sama-sama punya elemen yang bisa Anda manfaatkan. Misal pagi atau sore Anda bisa melakukan photoshoot saat sunrise atau sunset

Siang hari juga bisa. Meski matahari sedang terik. Jika itu sesuai dengan konsep Anda. Kenapa tidak? 

Intinya, saat menentukan lokasi dan waktu untuk foto prewedding. Anda juga harus menyiapkan rencana taktis dalam menghadapi kemungkinan terburuk. 

Bagaimana kalau tiba-tiba hujan? Jika lokasi photoshoot ramai tak terkendali bagaimana? Dan sebagainya. 

4. Persiapkan Kamera yang Mumpuni

Foto prewed biasanya juga akan dipajang pada hari H pernikahan. Ukurannya harus besar. Sehingga undangan bisa melihatnya dengan jelas.

Paling sering foto prewedding dicetak dalam ukuran 20R sampai 30R. Dalam sentimeter 20R setara dengan 50×60 cm. Sedangkan 30R sama dengan 75×100 cm. 

Cetakan foto sebesar itu butuh foto beresolusi tinggi. Kalau tidak, foto bisa pecah. Ini artinya Anda membutuhkan kamera yang bagus dan berkualitas. Hasil jepretannya harus jernih dan halus.

Dimana sebaiknya membeli kamera? Mudah saja. Sekarang membeli kamera bagus tak harus ke luar kok. Pesan saja dari rumah melalui HP ke Blibli. 

Toko online satu ini pasti akan mengirimkan paket kamera Anda dengan aman. Anda bisa belanja lebih murah di Blibli. Sebab ada program gratis ongkir alias ongkos kirim. 

Masih mau keuntungan yang lain? Tenang, Blibli itu super baik kok. Ada banyak promo dan diskon untuk para pelanggannya yang setia. 

5. Lakukan Editing Sepenuh Hati 

Photoshoot itu pekerjaan yang melelahkan. Meski begitu, asal Anda mengerjakannya dengan sepenuh hati. Anda tetap bisa menyelesaikannya tanpa beban.

Perasaan tenang saat bekerja ini harus terbawa sampai proses terakhir ya. Yaitu pada saat Anda melakukan editing.  

Kenapa? Sebab proses ini memerlukan olah rasa dan olah pemikiran yang tajam. Editing dilakukan untuk memoles dan menyempurnakan hasil photoshoot agar sesuai harapan. Kalau mau hasil yang sempurna, ya Anda harus bekerja sepenuh hati. 

Sampai di sini, apakah Anda sepakat bahwa foto prewedding bukan sekadar untuk mengikuti trend saja? Ada banyak hal yang bisa Anda sampaikan melalui foto pra-nikah. Selain untuk kenang-kenangan tentunya. 

So, ikuti tips dan cara foto prewed di tulisan ini ya! Dapat dipastikan Anda akan menghasilkan foto prewedding yang bagus, aesthetic, dan berkualitas. (*)

Editor : Yosep