Beranda Berita Utama INACA Prediksi 2024 Trafik Domestik Normal

INACA Prediksi 2024 Trafik Domestik Normal

Maskapai Lion Air. Foto dok Lion Air
Maskapai Lion Air. Foto dok Lion Air

RADAR BOGOR – Fenomena industri maskapai “melawan” pandemic” terjadi di seluruh dunia. Industri penerbangan Indonesia pun tak kalah kritis dalam upayanya bertahan.

Sebagai salah satu jalan yang diambil demi memperpanjang napas perusahaan adalah mengurangi pengurangan tenaga kerja.

Lion Air Group, sebagai salah satu maskapai terbesar di Indonesia, mengaku bahwa dalam kondisi pandemi, operasional armadanya hanya 10 sampai 15 persen dari kapasitas normal sebelum Covid-19 menyebar. Saat itu, mereka rata-rata beroperasi sampai 1.400 penerbangan per hari.

Corporate Communications Strategic Lion Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan bahwa kondisi pendapatan perusahaan sangat minimal.

Di sisi lain, banyak komitmen finansial yang harus dipenuhi. ”Juga terjadi pembatasan perjalanan dan pengurangan frekuensi sementara operasional pada rute-rute penerbangan tertentu serta biaya-biaya harus ditanggung masih cukup besar,” ujarnya.

Oleh sebab itu, lanjut Danang, Lion Air Group sedang menjalankan pemetaan agar lebih fokus penguatan di seluruh lini bisnis yang berdampak secara keseluruhan.

Skema pemulihan (recovery and reorientation) ditempuh guna menjaga keberlangsungan usaha dan menjadikan bisnis berada pada sektor yang tepat.

Berdasarkan hasil pemetaan, sambung Danang, jumlah produksi pekerjaan dengan sumber daya manusia tidak sesuai secara perhitungan alias tidak berimbang.

”Oleh karena itu, dalam jangka waktu yang diperlukan, Lion Air Group mengumumkan pengurangan tenaga kerja dengan merumahkan karyawan dengan status bukan PHK.” tegasnya.

Menurut Danang, jumlah karyawan yang dirumahkan adalah sekitar 25-35 persen karyawan dari 23.000 karyawan atau sekitar 8.000 karyawan. Selama mereka berstatus dirumahkan, Lion Air Group akan berusaha membantu memberikan dukungan biaya hidup sesuai kemampuan perusahaan.

”Selama dirumahkan akan diadakan pelatihan secara virtual sesuai dengan bagian unit masing-masing. Keputusan itu berlaku sampai pemberitahuan lebih lanjut,” bebernya.

Sekretaris Jenderal Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto menambahkan bahwa jika pandemi masih berkepanjangan, maka mengurangi jumlah karyawan merupakan konsekuensi logis dari krisis di industri penerbangan. ”Tergantung dari maskapai bagaimana pilihannya untuk bertahan,” ujarnya.

INACA memprediksi pemulihan sektor penerbangan diprediksi akan membaik pada 2022. Namun, baru akan menyentuh trafik normal diperkirakan pada 2024 untuk penerbangan domestik dan 2026 untuk penerbangan internasional. ”Tingkat akurasi prediksi ini bergantung pada vaksinasi, seberapa efektif dan cepat,”ujarnya. (agf/dio)