Beranda Berita Utama ICW Nilai Red Notice Harun Masiku Sia-sia

ICW Nilai Red Notice Harun Masiku Sia-sia

RADAR BOGOR – Tersangka suap pergantian antarwaktu (PAW) calon legislatif DPR dari PDI Perjuangan (PDIP) Harun Masiku resmi berstatus buronan internasional.

Itu setelah Interpol menerbitkan red notice atas nama Harun Masiku. Dengan demikian, penegak hukum di seluruh dunia bisa mencari dan menangkap sementara Harun sebelum diserahkan ke KPK.

Plt Juru Bicara KPK Bidang Penindakan Ali Fikri menerangkan bahwa pihaknya telah mendapat informasi terkait terbitnya red notice tersebut.

Sebelumnya, KPK memang menggandeng sejumlah pihak untuk bekerjasama menangkap Harun. Selain Interpol, KPK juga meminta bantuan Bareskrim Polri dan Dirjen Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM.

Ali pun meminta masyarakat yang mengetahui keberadaan Harun untuk menyampaikan kepada KPK, Polri, Kemenkum HAM atau Interpol.

”Upaya pelacakan juga terus dilakukan KPK,” paparnya saat dikonfirmasi, kemarin (1/8).

Harun Masiku ditetapkan sebagai tersangka pada Januari tahun lalu. Hingga saat ini, pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) itu belum berhasil ditangkap.

Red notice Harun Masiku dikeluarkan sejak Jumat (30/7) lalu. Pemberitahuan buronan internasional itu berisi permintaan kepada penegak hukum di seluruh dunia untuk mencari dan menangkap sementara seseorang yang menunggu ekstradisi, penyerahan, atau tindakan hukum serupa. ”KPK berharap bisa segera menangkap DPO Harun Masiku,” imbuh Ali.

Di sisi lain, peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menilai red notice itu menjadi sia-sia jika pimpinan KPK tidak punya political will menangkap Harun Masiku.

”ICW melihat pencarian Harun Masiku bukan persoalan mampu atau tidak mampu, melainkan mau atau tidak mau,” papar Kurnia saat dihubungi Jawa Pos.

Kurnia menyarankan KPK untuk menguatkan tim pencari Harun. Mengingat, beberapa anggota tim pencari sebelumnya justru dinonaktifkan lewat tes wawasan kebangsaan (TWK).

Harun Al Rasyid dan Ronald Paul Sinyal. Harun merupakan penyelidik yang ditugasi untuk mencari DPO KPK. Sedang Ronald merupakan penyidik yang menangani penyidikan Harun Masiku.

”Sebenarnya tim pencari sebelumnya sudah mumpuni melakukan pencarian, tapi sejauh ini pimpinan KPK tidak punya komitmen kuat (mencari Harun Masiku, Red),” imbuhnya. (tyo)