Beranda Kesehatan Tren Olah Raga di Rumah Kerek Permintaan Alat-alat Home Gym

Tren Olah Raga di Rumah Kerek Permintaan Alat-alat Home Gym

RADAR BOGOR –Pandemi Covid-19 telah mengubah cara orang bekerja, belajar, berbelanja, dan banyak aktivitas lain. Kabar baiknya, pandemi juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.

Pilihan untuk berolah raga pun mulai banyak dilakukan dari rumah di tengah pembatasan mobilitas dan tempat-tempat publik seperti pusat kebugaran.

Selain lebih nyaman karena tidak ada gangguan dari pihak lain, berolah raga dari rumah juga dapat dilakukan dengan lebih leluasa karena waktu lebih fleksibel.

Selain itu, faktor kebersihan dan keamanan juga menjadi lebih terjaga. Tren inipun ditangkap oleh perusahaan yang bergerak di bidang penjualan alat gym khusus rumahan, yang berdiri pada 2015 silam, Gymfitnessindo.

Sang pendiri, Hans Krisna, awalnya juga merupakan seorang penggemar fitness, merasa kesulitan dalam menemukan alat-alat gym berkualitas di Indonesia, termasuk di pusat kebugaran atau commercial gym. Dari sana, muncullah ide untuk menjual alat-alat gym, yang awalnya difokuskan pada alat-alat latihan angkat berat.

Namun seiring waktu, Hans sadar bahwa tidak semua orang selalu memiliki waktu luang untuk pergi ke gym, termasuk dirinya sendiri yang saat itu juga memiliki usaha gym-nya sendiri.

Dari situ, pada 2017, Gymfitnessindo mulai memperluas lini produknya ke arah mesin multifungsi yang cocok digunakan untuk berolah raga di rumah.

Dengan fitur lengkap, mesin sederhana yang hanya membutuhkan ruangan minimal 2m x 3m ini dapat melatih seluruh otot tubuh. Seiring dengan berkembangnya tren olah raga, perusahaannya mulai kebanjiran order, baik untuk alat-alat di commercial gym maupun home gym.

Hans menuturkan, saat pandemi seperti inilah perusahaannya mendapat kesempatan untuk menjadi penyedia peralatan olah raga di rumah bagi masyarakat yang sedang berjuang menjaga kesehatannya dan memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Sejak pandemi, penjualan Gymfitnessindo meningkat hampir tiga kali lipat hingga pernah kehabisan stok.

“Selama pandemi, permintaan peralatan home gym meningkat drastis. Pada bulan September, Oktober, November 2020, semua stok habis, dan kami pun kewalahan dalam hal pengiriman dan pemasangan. Benar-benar nggak menyangka dampaknya akan seperti ini. Bayangkan, dalam 1 bulan, kami bisa memasang hampir 100 alat fitness untuk home gym,” tutur Hans kepada JawaPos.com, Minggu (1/8).

Meskipun permintaan sangat tinggi, namun Hans dan timnya tetap berusaha mengedepankan pelayanan dengan produk harga terbaik seperti yang biasa mereka lakukan.

Selain pengiriman gratis kepada pelanggan yang tinggal di luar kota, pihaknya juga menyediakan jasa pemasangan bilamana dibutuhkan-tentunya, tetap dengan menjalankan protokol kesehatan yang dianjurkan.

Tren Home Gym Terus Meningkat

Untuk ke depannya, Hans melihat tren home gym akan terus meningkat, meskipun pandemi sudah mereda ataupun berakhir nanti.

“Saya lihat, orang mulai sadar akan pentingnya olah raga. Dulu boro-boro kepikiran home gym, olah raga pun jarang dan disepelekan. Tapi sekarang, banyak sekali orang di sekitar saya yang dulu sama sekali nggak suka olah raga, sudah terpikir mau punya home gym,” aku Hans.

Terlebih lagi, lanjut Hans, pandemi juga membuat orang sadar bahwa waktu bersama keluarga itu juga sangat berharga. “Dengan home gym, sehat dapat, waktu lebih banyak bersama keluarga juga dapat. Itu yang saya lihat sih,” jelas Hans.

Tren berolah raga di rumah juga didorong banyaknya konten di media sosial, yang memberikan instruksi olah raga layaknya pelatih pribadi.

“Dulu orang cenderung berpikir, kalau mau membentuk badan itu harus ke pusat kebugaran. Tapi ternyata itu bukan satu-satunya cara. Sekarang, sudah banyak referensi dan literasi online tentang olah raga yang baik dan benar, yang dapat dilakukan dengan peralatan home gym,” terang Hans.

“Orang makin sadar bahwa home gym merupakan investasi yang worth it. Karena itu, saya tetap optimistis bahwa tren home gym tidak akan menurun meskipun pandemi Covid-19 ini sudah mereda atau hilang,” tuturnya lagi. (jpc)