Beranda Kesehatan Terlalu Lama, Wakil Wali Kota Bogor Minta Jeda Pemberian Vaksin 14 Hari

Terlalu Lama, Wakil Wali Kota Bogor Minta Jeda Pemberian Vaksin 14 Hari

Program vaksinasi ini diharapkan dapat mempercepat terbentuknya 'herd immunity' sesuai dengan target yang diharapkan oleh Pemerintah.

RADAR BOGOR – Satgas Covid-19 Kota Bogor, terus mendorong vaksinasi Covid-19 massal dengan sasaran masyarakat Kota Bogor.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menyebut, program vaksinasi upaya komperhensif untuk menurunkan angka fatality rate atau angka kematian karena terpapar Covid-19.

Dedie menyebutkan, 90 persen warga yang meninggal saat terkonfirmasi Covid-19 tercatat belum menerima vaksin.

“Kami akui ternyata ada kaitan tingkat kematian yang lebih rendah (setelah menjalani vaksinasi). Jadi ketahanan fisik anti bodinya terbentuk baik,” kata Dedie, Minggu (01/8/2021).

Hingga kini, kata dia, capaian vaksinasi Kota Bogor sudah mencapai 30 persen lebih. Berdasarkan laporan pelaksanaan vaksinasi Covid-19 Kota Bogor, Selasa (27/7/2021) tercatat, dari sasaran 819.444 orang Pemkot Bogor telah menyuntik 251.637 orang atau baru 30,71 persen dengan dosis pertama dan 131.394 orang atau 16,02 dengan dosis lengkap/dosis kedua.

Untuk mempercepat progress pelaksanaan vaksinasi, Dedie minta jangka waktu pemberian vaksinasi tidak terlalu lama yang saat ini diterapkan selama 28 hari. Dengan begitu dapat melengkapi persentasi capaian daerah.

“Kan sekarang 28 hari kenapa tidak dimajukan 14 hari, jadi amgknya naik,” kata Dedie.

Menurutnya, setiap mendapatkan jatah vaksin diberikan langsung kepada penerima sasaran sesuai dengan alokasi yang diterima pemerintah daerah.

Skema saat ini, kata dia, akan memperlambat capaian daerah kaitan vaksinasi karena setiap mendapatkan jatah harus didrop dan dialokasikan dua kali.

“Misal dialoksikan 10 ribu vakasin, yang dipakai 5.000, sisanya menunggu 28 hari. Keinginan kita dipakai saja dengan catatan ada kepastian droping dari pemerintah pusat,” ucapnya.

Kadinkes Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno menambahkan, untuk percepatan vaksinasi Pemkot Bogor telah menyediakan 32 sentra vaskin.

Retno menyebut, jumlah itu terdiri 25 sentra di puskesmas di kota Bogor. Untuk sentra puskesmas ditargetkan 100 hingga 200 orang setiap hari. Sisanya, 7 lokasi vaksinasi massal dengan kapasitas vaksin 1.000 hingga 2.500 per hari.

“Sentra vaksinasi massal kita pakai 2 mal, ada ruang pertemuan di Brajamustika, Puri Begawan, Gedung DPRD, di 315, dan 1 sekolah. Percepatan vaksin juga tergantung ketersediaan vaskin, berharap droping vaksin terus berlanjut,” tambah Retno.

Senada Wali Kota Bogor Bima Arya tiga kriteria pasien Covid-19 tersebut akan menjadi prioritas pengawasan Satgas Covid-19 dibantu tim relawan. Puskesmas, RW Siaga, lurah harus berkoordinasi untuk mengawasi pasien dengan kriteria tersebut untuk mencegah melonjaknya angka kematian selama menjalani isoman.

“Di Bogor ini ada 3000 lebih yang isoman di rumah, yang perlu diperhatikan adalah jika perlu mereka digeser ke tempat isolasi, makanya monitor harus dilakukan,kalau perlu digeser ke tempat isolasi supaya lebih terkontrol,” kata Bima Arya.

Dengan kondisi tersebut, Bima menyebut percepatan vaksinasi akan terus dilakukan. Pemkot Bogor menargetkan vaksinasi dosis pertama akan rampung pada September 2021.

“Awalnya 7 ribu perhari warga bisa divaksin, terus akan kami tingkatkan menjadi 15ribu perhari. Jika pada September tuntas semua maka Kota Bogor akan jauh lebih aman,” pungkasnya. (ded/c)