Beranda Ekonomi PLTP Salak Tingkatkan Produksi Energi Listrik Hingga 390 MW

PLTP Salak Tingkatkan Produksi Energi Listrik Hingga 390 MW

Petugas saat merawat instalasi listrik, (2/22021). PT. Star Energy Geothermal Salak (SEGS) menargetkan peningkatan kapasitas produksi energi listrik hingga 390 Megawatt (MW) pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak. Kegiatan sosialisasi sendiri berlangsung di Dusun Cigarehong, Kecamatan Pamijahan. foto : Hendi

CIBINONG-RADAR BOGOR, Star Energy Geothermal Salak (SEGS) menargetkan peningkatan kapasitas produksi energi listrik hingga 390 Megawatt (MW) pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Salak.

Kegiatan sosialisasi sendiri berlangsung di Dusun Cigarehong, Kecamatan Pamijahan.

“Program ini untuk mendukung ketahanan energi nasional khususnya di kelistrikan. Ini dengan target peningkatan antara 10-15 MW,” kata Manager PGPA Star Energy Geothermal Salak, Nungki Nur Sasongko usai sosialisasi “Brine Heat Recovery Binary Power Plant”.

Ia menjelaskan, Brine Heat Recovery Binary Power Plant merupakan proses mengoptimalkan produksi energi listrik dari panas yang masih ada didalam brine (air sisa dari proses produksi), sehingga energy panas tidak terbuang sia-sia.

“Itu tidak ada urusan drilling (pengeboran) lagi, tapi kita memanfaatkan panas yang tidak terpakai atau tersisa, diproses kembali masuk ke dalam pembangkit listrik, ke turbin lagi ntuk meningkatkan kapasitas,” kata Nungki.

Lebih lanjut ia menambahkan, pengerjaan infrastruktur pendukung yang ditarget selesai dalam waktu 18 bulan itu, dilakukan oleh PT Tripatra Engineers and Constructors yang merupakan kontraktor dari SEGS.

“Kini dengan sumur panas bumi yang ada di PLTP Salak, SEGS baru mampu memproduksi listrik sebesar 377 MW yang kemudian disalurkan pada masyarakat dan dunia usaha,” tambahnya.

Bahkan ia mengungkapkan, peningkatan kapasitas produksi dari panas bumi secara jangka panjang akan berdampak positif pada besaran bonus produksi, yang rutin diterima setiap triwulan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dan Sukabumi. Sebagai wilayah operasional Star Energy Geothermal Salak.

“Karena itu mohon dukungan bagi seluruh masyarakat setempat untuk mensukseskan. Karena dalam masa pandemi tentu kami mengindahkan kondisi-kondisi protokol kesehatan agar program ini berjalan dengan lancar,” pungkasnya. (Abi)

Editor: Rany P Sinaga