Beranda Metropolis Kepastian Penanganan Covid-19, Pemkot Bogor Tunggu Evaluasi PPKM Level 4

Kepastian Penanganan Covid-19, Pemkot Bogor Tunggu Evaluasi PPKM Level 4

RADAR BOGOR – Satgas Covid-19 Kota Bogor, segera melakukan evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang berakhir 2 Agustus 2021.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim belum dapat memastikan apakah masih akan berada pada status PPKM level 4 atau menurun ke level 3, bergantung pada hasil evaluasi yang dilakukan Satgas Nasional.

“Kami baru mau evaluasi, tapi berbarap terus terjadi penurunan jumlah kasus positif harian,” ujar Dedie.

Sejak diterapkan 26 Juli 2021, angka kesembuhan membaik, sedangkan penambahan kasus Covid-19 mencapai 1.369 orang. Sementara jumlah pasien yang dinyatakan sembuh mencapai 1.284 orang dengan penambahan kasus kematian sebanyak 12 orang.

Ia menambahkan, total kasus kematian Covid-19 Kota Bogor sejak awal pandemi mencapai 423 kasus.

Selain itu, BOR (Bed Occupancy Rate) atau keterisian tempat tidur rumah sakit turun 66,4 persen, lebih rendah jika dibandingkan saat berakhirnya PPKM Daruat yakni 69,1 persen.

Angka itu, turun dari keterisian di 21 rumah sakit rujukan dua pekan lalu atau pada awal PPKM Darurat Minggu (4/7/2021) dengan jumlah 84 persen.

Dari data harian, pada awal PPKM Sabtu (3/7/2021) angka jumlah akumulatif kasus sembuh 16.833 kasus. Jumlah itu naik 9.974 kasus, dibandingkan laporan Senin (26/7/2021) dengan 27.355.

Dinkes Kota Bogor mencatat, Selasa (27/7) secara akumulatif dari 21 rumah sakit rujukan pasien Covid-19 menyediakan 1.275 dan dari jumlah itu terisi 846 unit atau 66,4 persen.

“Tantanganya yakni di tengah kekurangan obat, oksigen, dan nakes banyak yang terpapar dan RS penuh, hanya kebersamaan kekompakan adalah kunci usaha kita untjk bisa memutus rantai covid,” katanya.

Jumlah nakes yang terpapar Covid-19 sebanyak 300 orang, dan sempat menyentuh 440 orang dari 21 RS rujukan ditambah 25 puskesmas yang tersebar di Kota Bogor. “Itu yang kita hadali dan kenyatan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bogor, dr Sri Nowo Retno mengatakan, angka keterisian tempat tidur saat ini menurun di angka 69 persen tetapi masih di atas standar WHO 60 persen.

Menurunnya akan BOR juga dipengaruhi pasien covid-19 yang sembuh, di sisi lain Pemkot Bogor juga terus menambah kapasitas ruang isolasi.

Dengan begitu, kata dia, sepanjang PPKM level 4 peningkatan sembuh sebanyak 12.129 kasus.

Sementara, tempat tidur ruang ICU juga mengalami penurunan dibanding sebelumnya. Saat ini, tersedia 51 tempat tidur dan dari jumlah itu baru terisi 45 unit atau 88,2 persen.

Sedangkan, pada dua pekan sebelumnya mencapai 90 persen atau hampir penuh. Untuk sebaran pasien yang dirawat asal Kota Bogor sebanyak 459 orang (54,3 persen), pasien asal Kabupaten Bogor 243 atau 28,7 persen jumlah itu menurun dari sebelumnya 283 orang, dan pasien dari dengan domisili kota lainnya juga menurun menjadi 144 orang (17 persen).

Untuk pasien Covid-19 yang berada di pusat isolasi BKPP Ciawi dari 100 tempat tidur yang tersedia, terisi sebanyak 20 orang atau 20 persen dan Asrama IPB dari total 184 tempat tidur yang tersedia hanya terisi 34 orang atau 42 persen.

Angka harian pasien covid-19 Kota Bogor sempat naik dengan 2.063 kasus. Pun demikian, Wali Kota Bogor Bima Arya masih menyebut kasus Covid-19 Kota Bogor belum terkendali.

“Walaupun beberapa hari terakhir ada tren angka yang lebih baik namun demikian masih jauh dari kata terkendali,” sebut Bima.

Kata dia, Pemkot masih harus fokus untuk memastikan angka kesembuhan pasien terus meningkat. Selain memperhatikan warga isoman, ketersedian kamar isolasi, juga suplai oksigen.(ded/c)