Beranda Berita Utama Penyaluran KUR Meningkat Selama PPKM

Penyaluran KUR Meningkat Selama PPKM

RADAR BOGOR – Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sepanjang pemberlakuan kebijakan PPKM masih cemerlang. Sepanjang semester I tahun ini, penyaluran KUR tercatat mencapai Rp 143,14 triliun.

Jumlah tersebut mencapai 56,58 persen dari target KUR. Tahun ini, pemerintah mematok target penyaluran KUR sebesar Rp 253 triliun.

Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto menjelaskan, ada 3,87 juta debitur yang telah menikmati penyaluran KUR sepanjang semester I 2021. Adapun rasio non performing loans (NPL) dalam jumlah yang rendah yakni 0,88 persen

“Penyaluran KUR meningkat selama PPKM dapat kami sampaikan di bulan Januari itu Rp 17 triliun sudah bisa disalurkan kemudian Februari Rp 22 triliun, Maret Rp 25,47 triliun, April Rp 24,3 triliun dan Mei Rp 16,4 triliun serta Juni Rp 26,57 triliun. Artinya kinerja KUR di tahun ini itu sudah setara dengan sebelum Covid-19, berarti sudah terjadi peningkatan artinya penyalurannya cukup lancar,” ujarnya secara virtual usai ratas dengan Presiden Joko Widodo, kemarin (26/7).

Airlangga menyebut, peningkatan penyaluran terjadi karena tren pemulihan ekonomi yang dibarengi dengan bunga KUR yang rendah yakni 3 persen. “Pemerintah juga memberikan tambahan subsidi bunga KUR sebesar 3 persen,” tambahnya.

Secara wilayah, penyaluran KUR terbanyak berada di Pulau Jawa sebesar Rp 78,66 triliun, di mana penyaluran KUR tertinggi berada di Provinsi Jawa Tengah dengan total penyaluran sebesar Rp 25,5 triliun.

Secara umum, lanjut dia, penyaluran KUR untuk sektor pertanian cukup menggembirakan. Yakni dengan total realisasi Rp 42,7 triliun dari target Rp 70 triliun tahun ini.

“Dari tahun 2020-2021, KUR Pertanian mengalami peningkatan sebesar 29,8 persen. KUR pertanian dari tahun ke tahun meningkat,” tambah Ketum Partai Golkar tersebut.

Dia melanjutkan, KUR pertanian tersedia bagi petani. KUR dapat digunakan untuk pembelian pupuk dan peralatan pertanian yang berkaitan dengan produksi. KUR juga dapat digunakan untuk pascapanen termasuk untuk KUR klaster investasi di rice milling unit.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut himpunam bank negara (himbara) dotargetkan dapat menyalurkan Rp 253 triliun. BRI, BNI, maupun Bank Mandiri sudah menyiapkan delapan klaster untuk diberikan KUR. Seluruhnya diberikan untuk sektor pertanian.

Delapan klaster yang dimaksud Erick adalah klaster padi, klaster jagung, klaster sawit, dan klaster tebu. Ada juga klaster jeruk, klaster tanaman hias, klaster kopi, dan klaster porang.

“Sehingga dapat bersinergi dengan program yang ada di Kementerian Pertanian maupun Kementerian Perdagangan,” ucap Erick.

Selain itu, BUMN juga telah memberikan pinjaman kepada 6190 reci mill atau sentra pengelolaan beras. Sehingga petani bisa menikmati keuntungan pasca panen. “Pinjaman dari 6190 rice mill ini nilainya Rp 2,7 triliun,” katanya.

BUMN menurut Erick tak hanya memberikan pinjaman. Namun, juga mendampingi. Program ini sudah berjalan di Kebumen dan Ciamis. “Siapa tahu di akhir tahun ini kita bisa menjadi negara yang surplus berasnya,” ungkapnya.

Pada sektor pertanian, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menyebut bahwa serapan KUR tahun 2021 telah mencapai angka di atas 40 persen. Dia menyatakan penyaluran KUR akan didorong lebih banyak saat masuk musim tanam kedua pada bulan Agustus.

“Jadi Menteri Koperasi, Menteri BUMN ini akan bersama-sama untuk kita lakukan berbagai konsolidasi-konsolidasi yang memungkinkan untuk mengekfektifkan KUR itu mulai dari hulu, di pengolahan atau pasca sampai dengan marketnya,” ujar Syahrul.

Dia juga menegaskan ketersediaan pangan Indonesia masih aman. “Kami terus lakukan validasi,” ungkapnya.

Pada musim tanam pertama, Januari hingga Juli, Kementan dapat memproduksi 17,5 juta ton beras. Sedangkan konsumsi beras menurut data BPS adalah 14,6 juta ton. “Ada stok kita 3 juta ton,” katanya. Itu belum ditambah sisa dari 2020 yang mencapai 7,3 ton beras.

Sedangkan pada musim tanam kedua, disiapkan 5 juta hektar lahan pertanian. Dari luas lahan ini dapat menghasilkan 14 juta ton beras. “Mudah-mudahan alam masih bersahabat untuk petani sehingga kita masih aman untuk satu tahun kedepan,” beber Syahrul.

Ke depan, pertumbuhan penyaluran KUR diproyeksi masih akan terus berproses dan menyesuaikan dengan musim tanam. Terlebih, pada Agustus akan masuk musim tanam buah, di situlah penyaluran akan terus digenjot.

“Pertanian sampai hari ini salah satu komoditi yang terus berkembang cukup baik. Serapan KUR kita untuk 2021 berproses dan daya serapnya sudah di atas 40 persen lebih. Ini menyesuaikan dengan musim tanam,” katanya. (dee/lyn)