Beranda Bogor Raya Jadi Duta Rempah, Mahasiswa Polbangtan Bogor Susuri Titik Rempah Indonesia

Jadi Duta Rempah, Mahasiswa Polbangtan Bogor Susuri Titik Rempah Indonesia

RADAR BOGOR – Prestasi membanggakan ditorehkan Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor.

Kali ini, prestasi ditorehkan Muhammad Zukri Arsyad yang terpilih menjadi Duta Budaya dan Rempah Provinsi Jambi 2021, Minggu (18/7/2021).

Mahasiswa tingkat II program studi Agribisnis dan Hortikultura ini, akan menjadi delegasi dalam kegiatan Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah 2021, Agustus mendatang.

Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah akan dilaksanakan pada 17 Agustus-28 Oktober 2021.

Prestasi yang ditorehkan oleh mahasiswa Polbangtan Bogor ini mendapat apresiasi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa generasi milenial yang inovatif dan memiliki gagasan yang kreatif mampu mengawal pembangunan pertanian yang maju, mandiri, modern.

“Pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepreneur. Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru,” tuturnya.

Hal yang sama disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi.

“Tujuan pendidikan vokasi pertanian adalah menciptakan job creator dan job seeker yang andal, maju, mandiri dan modern,” tegas Dedi.

Festival Jalur Rempah merupakan salah satu program dari Kemendikbud Ristekdikti Republik Indonesia yang akan mempertemukan delegasi terbaik dari 33 provinsi lainnya di Indonesia.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengarungi laut nusantara menyusuri titik-titik rempah di seluruh Indonesia dengan menggunakan Kapal KRI Dewaruci.

Jalur Rempah telah menciptakan simpul-simpul ke Indonesia antar wilayah di Nusantara dan menempatkan Indonesia sebagai wilayah strategis dalam perdagangan dunia.

Seperti dilansir pada laman pariamankota.go.id, Perdagangan cengkeh, pala, dan lada menjadi wahana interaksi antar berbagai suku dan etnik di Indonesia.

Direktur Polbangtan Bogor, Detia Tri Yunandar turut bangga atas pencapaian prestasi Zukri.

“Prestasi Muhamad Zukri Arsyad sangat membanggakan dan saya, mewakili Polbangtan Bogor, menyampaikan selamat dan apresiasi atas prestasi yang dicapai.

“Ini menambah bukti bahwa peserta didik Polbangtan Bogor mampu berkiprah dan berprestasi tidak hanya di dalam kampus, tetapi juga di lingkungan yang lebih luas di luar kampus,” ujarnya.

“Dengan prestasi Zukri, kita sudah mewujudkan kontribusi nyata dalam mendukung Bapak Menteri Pertanian untuk menciptakan 2,5 juta petani pengusaha milenial. Semoga pencapaian Zukri menginspirasi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berprestasi dan bermanfaat bagi masyarakat luas,” imbuhnya.

Menurut Muhammad Zukri Arsyad, perdagangan rempah-rempah membawa interaksi dan pertukaran nilai-nilai, penyebaran agama, persilangan budaya, kesenian, sastra, gastronomi, dan sebagainya.

“Dalam rangka merevitalisasi hubungan historis tersebut, Muhibah Budaya merupakan sebuah platform untuk mengembangkan dan memperkuat ketahanan budaya serta diplomasi budaya di dalam dan luar negeri, serta memaksimalkan pemanfaatan Cagar Budaya (CB) dan Warisan Budaya Takbenda (WBTb),” katanya.

Zukri pun mengaku bangga dengan prestasi yang dicapai saat ini.

“Tentu saja saya sangat bersyukur dan bahagia dapat berada di posisi sekarang ini. Menghantarkan saya selangkah lebih dekat untuk mengingatkan kembali pemahaman tentang budaya lokal dan keberadaan jalur rempah yang merupakan kekayaan bangsa kepada masyarakat luas khususnya para milenial,” ujar anak bungsu dari 3 bersaudara ini.

Menjadi Duta Budaya dan Rempah memiliki masa tugas selama 1 tahun, dan setelahnya akan menjadi purna duta.

Kegiatan seleksi dimulai dari seleksi pemberkasan yang terdiri dari seleksi curiculum vitae, motivation letter, dan essay tentang sejarah rempah nusantara.

“Selanjutnya terpilih 50 orang yang lulus seleksi pemberkasan dilanjutkan dengan seleksi wawancara tahap 1, kemudian dari 50 orang dipilih 12 orang sebagai finalis, kemudian dilanjutkan dengan tes fisik, wawancara tahap 2, dan tes pengembangan potensi diri,” imbuh pemuda dari Kabupaten Sorolangun ini.

Zukri berharap, dapat menjadi agent of change yang bersama-sama dengan pemerintah dapat mendekatkan kembali pemahaman tentang budaya lokal kepada kaula muda.

Pemuda yang memiliki cita-cita membuka lapangan kerja bagi masyarakat ini, ingin menghidupkan kembali eksistensi jalur rempah yang semakin redup seiring dengan kemajuan teknologi. Menurutnya, hal ini juga menjadi salah satu usaha menjadikannya sebagai warisan budaya dunia UNESCO.

“Jika kita ingin mendapatkan sesuatu, mengubah sesuatu, membangun sesuatu, atau apapun itu, Kuncinya hanya satu, yaitu berani melangkah untuk memulai dan fokus hingga semuanya dapat tercapai. Untuk teman-teman yang saat ini sedang berjuang, tetaplah bertahan dan lanjutkan, karena kita tidak pernah tahu perjuangan mana yang akan kita menangkan,” pungkasnya. (adv)