Beranda Metropolis Progres Alun-alun Catatkan Deviasi Positif, Disperumkim : Pengerjaan Semua Simultan

Progres Alun-alun Catatkan Deviasi Positif, Disperumkim : Pengerjaan Semua Simultan

Alun-Alun Kota Bogor Mulai Dibangun

BOGOR-RADAR BOGOR, Progres pengerjaan proyek pembangunan Alun-alun Kota Bogor di eks Taman Topi, di Jalan Kapten Muslihat, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mencatatkan deviasi positif diangka 5 persen.

Pengerjaan proyek alun-alun yang sudah menginjak minggu ke lima itu memfokuskan pada pembangunan segmen 1 yakni hutan kota.

Kepala Bidang Pertamanan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Dekorasi Kota pada Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Irfan Zacki mengatakan, terus memantau progres pengerjaan proyek alun-alun yang menjadi salah satu pembangunan strategis di Kota Bogor.

Proyek yang dianggarkan Rp 14,2 miliar melalui bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tersebut jangan sampai bermasalah, apalagi mengalami keterlambatan. Sehingga dilakukan pengawasan dan pemantauan yang cukup ketat. “(Alun-alun) progres minggu ke lima sudah mencapai 5 persen lebih, deviasinya positif,” kata Irfan, Minggu (25/7/2021).

Dengan angka deviasi positif artinya sudah melebihi target yang direncanakan hanya mencapai angka 2 persen. Dengan masa kerja selama 180 hari atau enam bulan kedepan, jika melihat progress pengerjaannya baik maka dipastikan akan selesai tepat waktu. “Alhamdulillah positif, gak ada masalah,” kata Irfan.

Dalam pembangunan alun-alun ini, akan ada empat segmen. pertama, segmen tersebut akan dibangun mulai dari zona botani, atau area hutan kota. Kemudian, zona plaza utama.

“Lalu ada zona religi yang akan menjadi area pelataran Masjid Agung, dan zona rekreasi atau area penunjang mulai dari area olahraga, area bermain, dan lain-lain,” jelasnya.

Lebih lanjut, Irfan menjelaskan, detail engineering design (DED) yang digunakan untuk pembangunan alun-alun masih sama seperti yang sudah ada sejak 2019. Meskipun akan ada pengerjaan pembangunan sky bridge dari proyek double track. Pihaknya hanya melakukan sinergitas dengan pihak terkait. “Sekarang yang sedang digarap segmen 1-3, itupun simultan,” katanya.

Saat ini Disperumkim Kota Bogor telah memasang gambar tiga dimensi. Dengan tujuan menyampaikan kepada masyarakat bagaimana hasil akhir dari alun-alun tersebut. “Jadi bukan ada penyesuaian desain, tapi sinergitas sana. Mensinkronisasi terkait dengan wacana mau akan ada sky bridge dari Stasiun Paledang sampai Stasiun Bogor,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, pemenang lelang dari proyek pembangunan Alun-alun Kota Bogor merupakan perusahaan asal Kabupaten Garut, Jawa Barat bernama PT Samudera Adi Nusantara.

Saat ini proyek tersebut tengah dalam pengerjaan untuk membangun alun-alun Kota Bogor pada tahun ini.

Dedie menjelaskan, pembangunan alun-alun ini dinilai penting karena sejalan dengan program Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Jawa Barat. Yakni proyek double track Bogor-Sukabumi.

Sehingga kedepan tak hanya taman kota, dan fasilitas umum untuk melakukan pertemuan di Alun-alun Kota Bogor, melainkan BTP Jawa Barat akan membangun sky bridge yang akan terbentang dari Stasiun Kota Bogor, sampai ke Stasiun Paledang.

“Kita akan menata keseluruhan area untuk bisa waktunya bersamaan dengan selesainya jalur double track Bogor-Sukabumi. Karena disitu juga akan ada sky bridge antara Stasiun Kota Bogor sampai Stasiun Paledang. Jadi kalau kita tidak tata bersama-sama, nanti pekerjaan-pekerjaan fisiknya malah tidak sinkron,” jelasnya.

Di samping itu, Dedie mengatakan, Pemkot Bogor juga akan menata beberapa titik area dan jalur pedestrian di Kota Bogor yang selama ini ditempati oleh para pedagang kaki lima (PKL). Sembari menata kawasan tersebut, para PKL direlokasi ke sejumlah tempat.

Misalnya, penataan kawasan jalan Malabar Kecamatan Bogor Tengah eks PKL yang kini mulai ditanami pohon, serta di bagian taman di depan toko roti Venus di Jalan Sukasari, Bogor Timur selama ini ditempati oleh PKL.

Dedie menuturkan, sebagian besar direlokasi ke Teras Suryakencana dan belakang kantor PDAM. “Jadi banyak titik-titik yang akan kita tata. Sebagian PKL sudah direlokasi ke Teras Suryakencana, selebihnga akan kita relokasi ke area di belakang PDAM. Sudah kita hitung pertimbangkan dan akan kita laksanakan,” tukasnya.(ded)

Editor: Alpin