Beranda Pendidikan UNIDA Bogor Sidang Senat secara Daring, Luluskan 371 Mahasiswa

UNIDA Bogor Sidang Senat secara Daring, Luluskan 371 Mahasiswa

RADAR BOGOR – Universitas Djuanda (UNIDA) Bogor melepas 371 wisudawan dalam prosesi pelantikan wisudawan sarjana dan sekolah pascasarjana ke-43, yang diselenggarakan secara daring dengan ketentuan senat dan panitia yang hadir secara luring terbatas dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat serta telah melakukkan Swab Antigen dan dinyatakan negatif sebelumnya, Sabtu (24/07).

Dari 371 peserta wisuda tersebut, sebanyak 39 orang berasal dari Fakultas Pertanian (FAPERTA), 44 orang dari Fakultas Ilmu Pangan Halal (FIPHAL), 77 orang dari Fakultas Ekonomi (FE), 32 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), 44 orang dari Fakultas Hukum (FH), 21 orang dari Fakultas Ekonomi Islam (FEI), 94 orang dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), serta 20 orang dari Sekolah Pascasarjana.

Plt. Rektor UNIDA Bogor, Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I. sambutannya berharap, wisuda daring ini tidak mengurangi rasa bangga serta rasa syukur khususnya para wisudawan yang diwisuda.

“Semoga ilmu dan gelar sarjana yang diraih dapat diamalkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi, keluarga, agama dan bangsa dikarenakan dengan ilmu yang diraih di UNIDA Bogor dapat disumbangkan di masyarakat dan mendorong wisudawan menjadi pemimpin yang mampu menggenggam dunia, meraih akhirat,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, dengan mahasiswa yang telah menyelesaikan proses belajar, Universitas Djuanda Bogor berkewajiban memberikan bukti kelulusannya berupa Ijazah, SKPI, Transkrip Nilai yang dapat dipergunakan untuk dasar mencari pekerjaan, mengurus kenaikan pangkat bagi yang telah bekerja dan lain sebagainya.

Oleh sebab itu, diperlukan adanya wisuda agar proses tersebut dapat berjalan sebagaimana mestinya, maka dengan sangat terpaksa dilakukan secara daring.

“Selamat kami ucapkan bagi para wisudawan UNIDA Bogor yang hari ini tentu sangat berbahagia karena diwisuda dalam Wisuda ke-43 UNIDA Bogor yang digelar secara daring,” kata dia.

Lebih lanjut ia mengatakan, Universitas Djuanda Bogor menyadari dengan sepenuhnya bahwa para wisudawan menginginkan dilakukan secara Luring atau tatap muka yang dihadiri oleh orang tua atau suami atau Istri.

Tetapi kondisi akibat Covid-19, sambung dia, tidak memungkinkan untuk dilaksanakan secara luring ditambah sekarang berlaku Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dikarenakan terus meningkatnya kasus COVID-19 di Indonesia.

“Perlu kita ketahui Lulusan tahun 2020 pada wisuda ke-43 ini memiliki rata-rata IPK sebesar 3,44 dengan IPK tertinggi 3,99,” ungkapnya.

Rata-rata lama studi 4.53 tahun dengan lama studi tercepat 3 tahun 5 bulan 15 hari untuk Program Sarjana. Sedangkan, untuk Program Pascasarjana memiliki rata-rata IPK sebesar 3,53 dengan IPK tertinggi 3,86 dengan lama studi rata-rata 3,17 tahun,” ungkap Dr. Hj. R. Siti Pupu Fauziah, S.Pd.I., M.Pd.I.

“Pencapaian UNIDA Bogor sesuai perubahan visi Universitas Djuanda tahun 2016 dari “Menjadi universitas berkualitas untuk mencerdaskan kehidupan bangsa yang menyatu dalam tauhid” menjadi “Menjadi universitas riset yang menyatu dalam tauhid dan diakui dunia” telah mengantarkan Universitas Djuanda pada peringkat ke-49 dalam hal riset pada tahun 2019 dan menempatkan Universitas Djuanda pada Kluster Utama,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pemeringkatan perguruan tinggi terbaik oleh Ristekdikti, UNIDA Bogor sudah lima tahun berturut-turut masuk dalam 100 perguruan tinggi terbaik di seluruh Indonesi dan pada tahun 2020, UNIDA Bogor berada pada peringkat ke-71 dari 2.141 perguruan tinggi negeri dan swasta nonpoliteknik (non vokasi) seluruh Indonesia.

Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI), Dr. Bambang Widjojanto, M.Sc menyatakan, wisuda merupakan kegiatan rutin UNIDA Bogor yang pada saat ini dilaksanakan daring tetapi diharapkan berjalan khidmat dan tetap memberikan kesan mendalam bagi para wisudawan dan para Wisudawan merupakan lulusan luar biasa karena telah berhasil menyelesaikan pendidikan walaupun berada disituasi darurat sekalipun, ketika Pandemi Covid-19 varian Delta dengan sangat ganas tengah menyerbu labirin peri kehidupan.

Pada titik ini, sambung dia, wisudawan telah membuktikan, Pandemi Covid-19 tidak berhasil menghentikan proses penyelesaian dan pencapaian pendidikan serta banyak pelajaran penting yang dapat dipetik sebagai hikmah atas situasi pandemi ini karena perjalanan suatu kehidupan senantiasa berhadapan dan dihadapkan pada tantangan dan peluang.

“Para mahasiswa & mahasiswi Universitas Djuanda Bogor yang hari ini akan menjadi wisudawan dan wisudawati, izinkan saya sebagai Ketua Umum Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia, menghaturkan ucapan selamat karena telah berhasil menyelesaikan kuliahnya. Kami menduga, di sebagian saudara yang kini memakai toga, ada yang sedang tafakur, mengingat kembali semua perjalanan kuliahmu, waktu belajar hingga larut malam dan kurang tidur,serta pengorbanan atas segala kesenangan, dan kesabaran untuk mengikuti proses pembelajaran,” jelasnya.

“Disini, di saat ini, anda akan menerima imbalannya, di hari wisuda ini. Sekali lagi, selamat untuk kalian semua,” tambahnya.

Ia berharap, wisudawan tidak akan pernah berhenti belajar karena dalam Islam hendaknya sepanjang hidupnya belajar di kandung badang hingga di ujung hayat.

“Dan saya mohon izin untuk menitipkan pesan pada para wisudawan dan wisudawati. Jangan lupakan almamatermu, jaga nama baik UNIDA Bogor karena kalian terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas dan senantiasa memberi kontribusi terbaik bagi kemasalahatan publik,” paparnya.

“Yang juga sangat penting, kendati sudah wisuda, kita harus tetap berkomunikasi dan membangun kolaborasi. Universitas Djuanda dengan senang hati membuka kedua belah tangannya dan akan siap bersama saudara-saudara di setiap perjalanan karirnya di masa yang akan datang,” ungkap Dr. Bambang Widjojanto, M.Sc.

Chancellor UNIDA Bogor, Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH. dalam pengarahannya menyatakan, walaupun dalam suasana pandemi, seluruh insan UNIDA Bogor dapat melangkah dalam derap langkah yang sama dengan misi dan visi UNIDA.

“UNIDA Bogor masih konsisten dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai lembaga pendidikan tinggi, dalam melakukan pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat, peningkatan profesionalitas, serta pendalaman dan penajaman ketauhidan, untuk penajaman ketauhidan UNIDA telah berhasil membuat Buku Pedoman dan Pengajaran 21 Karakter Kampus Bertauhid Universitas Djuanda yang dapat digunakan sebagai pegangan bagi dosen pengampu dan pengajar MK PKB (Pendidikan Kampus Bertauhid ) untuk mahasiswa serta insan UNIDA seluruhnya,” papar martin.

Dengan demikian, Universitas Djuanda di tahun ini mengusung semangat baru yaitu menggenggam dunia untuk meraih akhirat dan UNIDA Bogor akan selalu meningkatkan kualitas proses pembelajaran, sumber belajar serta selalu upayakan pengembangan sarana dan prasana UNIDA Bogor untuk menciptkan lulusan pencipta kerja bukan hanya pencari kerja.

“Kepada panitia wisuda 43 izinkan saya mengucapkan terima kasih kepada rektor dan jajaran panitia atas jerih payahnya mempersiapkan rangkaian acara wisuda ini dalam suasana Covid sehingga memerlukan persiapan yang luar biasa dan wisuda daring yang kita jalankan kali ini insya Allah dapat berjalan dengan baik. Terima kasih juga saya ucapkan kepada Senat Universitas Djuanda yang saat ini telah berkenan melaksanakan wisuda ke 43 secara daring dan saya haturkan selamat kepada para wisudawan yang diwisuda,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan wisuda daring ini tidak mengurangi persahabatan para wisudawan, pembimbing dan para dosen, seraya berdoa semoga hubungan masih tetap terjalin, walaupun jauh.

“Izinkan kami menyampaikan 3 pesan untuk para wisudawan yang pertama yaitu jadilah yang terbaik, karena ke depan, persaingan di luar sana sangat berat, insya Allah bekal dari Universitas Djuanda dapat anda pergunakan untuk menghadapi persaingan di dunia yang penuh dengan rintangan. Kedua yaitu meningkatkan pendidikan lagi ke jenjang yang lebih tinggi, ke jenjang S2 dan S3 serta pesan yang ketiga yaitu jaga nama baik almamater kita Kampus Bertauhid Universitas Djuanda, dengan menunjukkan kepribadian Anda yang terpuji, karena sikap prilaku, prestasi dan dedikasi Anda untuk kebaikan dapat menjadi bukti kepribadian 21 karakter bertauhid tentang semangat menggenggam dunia untuk meraih akhirat,” tutur Dr. H. Martin Roestamy, SH., MH. (adv/aldi)