Beranda Bogor Raya Puncak Bogor Sekarat, Pengusaha Menjerit

Puncak Bogor Sekarat, Pengusaha Menjerit

Kondisi Jalan Raya Puncak, Kabupaten Bogor, sepi akibat penyekatan selama pemberlakuan PPKM Darurat. Foto: Arifal/Radar Bogor

CISARUA-RADAR BOGOR, PPKM Darurat dan PPKM Level 3-4 membuat kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, sekarat. Hotel-hotel sepi. Tidak ada tamu yang menginap disana. Pun dengan tempat oleh-oleh. Sama, pembeli bisa dihitung jari.

Seperti di pusat oleh-oleh Megamendung, lebih banyak gerai yang tutup ketimbang buka. “Satu dua orang. Paling banyak sehari lima orang yang beli oleh-oleh,” ujar Asep (43) salah satu pedagang oleh-oleh kepada Radar Bogor, Kamis (22/7/2021).

Hal serupa diraskan penjual oleh oleh di simpang Gadog, Kabupaten Bogor. Kondisinya sama, sepi. Gak ada pembeli saat Radar Bogor berada disana. “Lihat sendiri, sepi gini. Bingung,” tutur Iwan salah satu pedagang disana kepada Radar Bogor, Kamis (22/7/2021).

universitas ibn khaldun uika bogor

Sementara itu untuk jasa menginap atau hotel di kawasan Puncak, nasibnya tidak kalah jauh. Hotel di puncak sekarat. Selama PPKM Darurat hingga hari kedua PPKM Level 3-4 l, okupansi hotel tidak lebih dari lima persen.

“Paling bagus lima persen okupansi hotel di puncak ini,”ujar ketua PHRI kabupaten Bogor, Budi Sulistya saat dihubungi Radar Bogor, Kamis (22/7/2021).

Ia berharap ada kelonggaran kebijakan agar hotel-hotel di kawasan Puncak tidak gulung tikar. “Di Puncak ini ada 300 hotel,” tururnya.

Budi mengatakan, hal ini pun menjadi dilema bagi para pengusaha hotel. Sebab, meskipun tetap beroperasi, para pengusaha hotel tidak mendapatkan pemasukan untuk menutupi biaya operasional. (all)

Editor: Alpin