Beranda Ekonomi Kasus Covid-19 Dunia Naik, Bursa Tertekan

Kasus Covid-19 Dunia Naik, Bursa Tertekan

Ilustrasi Mutasi Corona
Ilustrasi Mutasi Corona

RADAR BOGOR – Pelaku pasar saham bakal berhati-hati pekan ini. Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan akan terkontraksi.

Kenaikan kasus Covid-19 varian Delta yang sangat menular di seluruh dunia membebani sentimen investor.

Analis pasar modal Hans Kwee menuturkan, beberapa negara besar Eropa dipaksa untuk menerapkan kembali pembatasan sosial.

Inggris melaporkan 51.870 kasus pada Jumat (16/7). Di Amerika Serikat (AS), otoritas Los Angeles mengatakan, pihaknya akan menerapkan kembali kewajiban memakai masker. Sebab, kenaikan kasus naik 70 persen dan rasio kematian naik 26 persen.

“Peningkatan kasus Covid-19 memaksa banyak negara melakukan penguncian yang menjadi sentimen negatif pemulihan ekonomi,” kata Direktur Ekuator Swarna Investama itu kepada Jawa Pos, kemarin (20/7).

Di sisi lain, dia mengatakan, 18 emiten konstituen indeks S&P 500 sudah merilis laporan keuangannya. Tercatat, rata-rata laba bersih per sahamnya 18 persen lebih tinggi dari perkiraan analis.

Namun, secara rata-rata harga sahamnya justru mengalami penurunan minus 0,58 persen. Itu akibat adanya aksi ambil untung investor.

Sementara itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan daftar efek bersifat ekuitas yang diperdagangkan dalam pemantauan khusus (watchlist).

Penerapan tersebut diatur dalam Peraturan Nomor II-S yang telah berlaku pada 16 Juli lalu. Sekretaris Perusahaan BEI Yulianto Aji Sadono mengatakan, terdapat 7 dari 11 kriteria yang digunakan untuk menyeleksi saham untuk masuk daftar tersebut.

Antara lain, emiten dalam kondisi dimohonkan penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) atau pailit. Begitu pula, mereka yang memiliki anak perusahaan.

Lalu, yang bisa masuk daftar adalah perusahaan dikenakan penghentian sementara perdagangan efek selama lebih dari satu hari bursa yang disebabkan aktivitas perdagangan.

“kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa setelah memperoleh persetujuan atau perintah dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” katanya. (han/dio)

 

Penutupan IHSG Bulan Ini

 

-1 Juli: 6.005,96

-9 Juli: 6.039,84

-16 Juli: 6.072,51

-19 Juli: 6.017,39

 

Sumber: Bursa Efek Indonesia