Beranda Berita Utama Waspada.. Kehilangan Penciuman Bisa Buat Otak Pasien Covid-19 Menyusut

Waspada.. Kehilangan Penciuman Bisa Buat Otak Pasien Covid-19 Menyusut

ilustrasi

RADAR BOGOR – Pasien Covid-19 umumnya mengalami gejala kehilangan penciuman, salah satunya. Gejala itu disebut dengan istilah anosmia.

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa kehilangan penciuman akibat Covid-19 dapat menyebabkan perubahan struktur otak penderitanya.

Efek pada otak itu bahkan dapat dialami oleh orang yang mengalami Covid-19 gejala ringan. Salah satunya karena kehilangan penciuman.

universitas nusa bangsa bogor

Praktisi Kesehatan dan Dokter Umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) serta lulusan Kobe University Adam Prabata menjelaskan, detail penelitian tersebut dalam kicauannya baru-baru ini.

Penelitian tersebut dimuat dalam penelitian MedRxiv dari Inggris yang berjudul Brain Imaging Before and After Covid-19 in UK Biobank.

Dikonfirmasi JawaPos.com, Adam membenarkan penjelasan tersebut. Dia meminta semua orang untuk tak meremehkan pasien Covid-19 sekalipun gejalanya ringan.

”Tahu kan kalau pasien Covid-19 bisa anosmia? Area yang menyusut di otak tersebut ternyata berhubungan dengan sistem penciuman. Selain sistem penciuman, ternyata area yang menyusut tersebut juga berhubungan dengan sistem pengecapan,” kata Adam seperti dalam kicauannya.

”Sudah tahu juga kan kalau orang dengan anosmia gara-gara Covid-19 itu juga biasanya disertai dengan gangguan pengecapan? Nah, selain gangguan pengecapan dan penciuman, area pada otak yang menyusut tersebut juga bertanggung jawab dalam memori dan emosi. Yang perlu jadi perhatian adalah, ternyata temuan penyusutan area otak ini juga ditemukan pada pasien Covid-19 dengan keluhan ringan, yang tidak dirawat inap,” terang Adam.

”Jadi meskipun kalian terkena Covid-19 ringan, perubahan struktur otak ini tetap bisa terjadi loh,” tambah Adam.

Dia mengajak masyarakat tetap berhati-hati dan waspada. Tren kasus Covid-19 sedang melonjak drastis.

”Ingat kalau tidak berhati-hati dan terkena Covid-19 meskipun ringan, potensi terjadinya perubahan struktur di otak tetap ada lohStay safe semua,” ucap Adam. (jpc)