Beranda Metropolis Satu Hari Terapkan Ganjil-Genap di Kota Bogor, 3.343 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Satu Hari Terapkan Ganjil-Genap di Kota Bogor, 3.343 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Penerapan ganjil genap di Kota Bogor.

BOGOR-RADAR BOGOR, Sebanyak 3.343 kendaraan dengan plat nomor akhir genap terpaksa diputar balik oleh petugas selama penerapan sistem ganjil-genap kembali diberlakukan di Kota Bogor, pada pada Sabtu (19/5).

Berdasarkan data petugas, terhitung pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB dari total 3.343 kendaraan yang diputar, rincianya 1.711 kendaraan roda empat dan 1.632 kendaraan roda dua. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari lima check point yang tersebar di Kota Bogor.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, penerapan ganjil-genap yang diberlakukan sebagai upaya agar tidak terjadi kerumunan masyarakat di pusat Kota Bogor.

wisuda unpak bogor

Penerapan ganjil-genap saat ini tidak memberikan tindakan denda adminitrasif atau sosial. Namun, ke depannya pihaknya akan mengevaluasi hasil ganjil-genap yang diberlakukan selama dua hari ini.

“Senin nanti kita evaluasi, apakah pekan depan kita berlalukan lagi, kita perpanjang lagi, sekaligus dengan sanksi,” ujar Susatyo, Minggu (20/6).

Susatyo menhelaskan, dalam penerapan ganjil-genap kelima check poin itu yakni Simpang Baranangsiang, Air Mancur, Jembatan Merah, Simpang Empang dan Jalan Pajajaran (depan RM Bumi Aki).

Ganjil genap kembali dilakukan pada Minggu 20 Juni 2021 pada pukul 10.00 WIB. Selain menerapkan sistem ganjil-genap, pada Sabtu sekitar pukul 12.00 WIB, Polresta Bogor juga melakukan penutupan akses tol menuju Kota Bogor. Baik dari Tol Jagorawi, maupun Tol Ciawi.

Susatyo mengaku, penutupan akses ini dilakukan secara situasional. Melihat kondisi kepadatan arus lalu lintas di Kota Bogor. Terutama di check point Baranangsiang.

“Apabila memang ruas di penyekatan Baranangsiang itu cukup padat maka kami akan memberlakukan tutup di pintu tol arah Bogor baik dari Jagorawi ataupun dari Ciawi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, kebijakan ganjil-genap dan penyekatan tol ini targetnya bukan saja mengurangi mobilitas warga Kota Bogor. Tetapi juga menyampaikan pesan kepada warga Jakarta dan sekitarnya untuk berhitung dan memikirkan kembali apabila ingin mengunjungi Kota Bogor.

“Karena kebanyakan yang datang ke Bogor itu pagi dan siang. Mangkanya kemudian jamnya itu jam 10.00 WIB sampai 16.00 WIB. Dan kita lihat di lapangan arusnya berkurang, memang kemungkinan kita lihat warga sudah mulai sadar kondisinya seperti apa,” pungkasnya.

Dalam pantauannya, arus lalu lintas di Kota Bogor relatif lengang dan lancar. Namun, di beberapa titik pos sekat terpantau padat.

“Kalau kita lihat tadi. Kita keliling di beberapa titik memang penyekatan itu ada sedikit antrean tapi secara keseluruhan Kota Bogor jauh lebih lengang dibandingkan masa-masa awal pemberlakuan dari ganjil genap beberapa bulan lalu. Ya mungkin karena warga sudah lebih tersosialisasi tentang program ganjil genap dan juga angka Covid yang rawan. Besok masih terus kita akan melakukan pengawasan di lapangan dan patroli,” jelas Bima.

Dari data yang dihimpun dari Jasa Marga selaku pengelola Tol Jagorawi, kendaraan dari arah Jakarta menuju Kota Bogor melalui exit Baranangsiang berkurang 51 persen dibanding pekan sebelumnya (jam 06.00-14.00 WIB).

Sabtu (12/6/2021), tercatat ada 11.735 kendaraan, sementara pada Sabtu (19/6/2021) hari ini hanya 5.703 kendaraan.
Sedangkan pada gerbang tol exit Bogor Selatan/Summarecon cukup ada peningkatan dari 965 pada Sabtu (12/6/2021), menjadi 3.481 pada Sabtu (19/6/2021).(ded)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Alpin