Beranda Pendidikan Polbangtan Bogor Kementan Kembali Terpilih Menjadi Mitra Proyek SAS21

Polbangtan Bogor Kementan Kembali Terpilih Menjadi Mitra Proyek SAS21

KOMPAK : Berfoto bersama usai kegiatan.

RADAR BOGOR – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor dibawah naungan Kementerian Pertanian kembali dipercaya menjadi mitra dalam proyek SMK AYAM DAN SAPI 2021 (SAS21).

Program Kerjasama antara Sekolah Vokasi IPB dengan Maastricht School of Management (MSM) dan Aeres University of Applied Sciences ini juga melibatkan Politeknik Negeri Jember, Politeknik Negeri Banyuwangi, Poltana Mapena Tuban, SMK Peternakan Lembang, SMK 1 Bawen, SMK 1 Cibadak, SMK 1 Kuningan, SMK 4 Garut, dan SMK 2 Subang.

Salah satu tujuan pendidikan vokasi pertanian tak terkecuali Polbangtan Bogor adalah menyiapkan peserta didik agar menjadi manusia produktif, mampu bekerja mandiri, mengisi lowongan pekerjaan yang ada di dunia usaha dan dunia industri sebagai tenaga kerja tingkat menengah sesuai dengan kompetensi dan program keahlian.

wisuda unpak bogor

Hal tersebut sesuai dengan visi Polbangtan yaitu menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian unggul dalam menyiapkan sumber daya manusia pertanian yang profesional, mandiri, dan berdaya saing untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan kesejahteraan petani.

Pengembangan sekolah berbasis vokasi kini menjadi salah satu upaya penyediaan tenaga kerja untuk industri. Untuk meningkatkan keterhubungan antara institusi pendidikan vokasi dan industri, Pemerintah Indonesia bekerjasama dengan Belanda membuat proyek “Improving Demand-Driven Vocational Training & Education in Poultry and Dairy in Indonesia”.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam berbagai kesempatan menyampaikan, pemerintah Indonesia terus mendorong peran penting sektor pertanian.

“Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan keluarga petani, serta memastikan ketahanan pangan nasional. Regenerasi petani merupakan harga mati yang harus segera kita realisasikan bersama,” tutur Mentan SYL.

Menurutnya, melalui pendidikan vokasi, Kementan berupaya untuk meningkatkan kualitas SDM pertanian khususnya generasi milenial.

“Pendidikan vokasi punya peran penting hasilkan petani milenial yang berjiwa entrepreneur. Melalui pendidikan vokasi kita menghubungkan dengan industri-industri agar lulusannya sesuai dengan kebutuhan, dan siap untuk hal-hal yang baru,” jelasnya.

Secara terpisah Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi, menekankan pentingnya peran pendidikan vokasi dalam mencetak SDM yang handal karena tonggak utama pembangunan pertanian berada ditangan SDM yang berkualitas.

“Untuk mencapai produktivitas pertanian yang tinggi, hal utama yang paling utama yaitu tersedianya SDM Pertanian yang unggul, andal, profesional, dan mandiri serta berjiwa enterpreneur tinggi,” tegas Dedi.

Dalam proyek ini dilakukan kegiatan pelatihan yang berlangsung di Hotel Santika, Belitung dengan dihadiri oleh tenaga pengajar dari sekolah dan kolega mitra.

“Sistemnya adalah pelatihan pengembangan kurikulum vokasi. Kegiatan ini merupakan training kelima. Setelah sebelumnya kami mendapatkan pelatihan rangkaian proyek ini di bulan April-November 2020,” ujar Rifa Rafi’atu, Dosen Jurusan Peternakan.

“Program perunggasan dan persusuan di 10 institusi pendidikan vokasi yang ditunjuk sebagai mitra diarahkan untuk menjadi lebih sensitif terhadap gender, kebutuhan pasar tenaga kerja dan sertifikasi. Sehingga lulusannya nanti siap kerja dan lebih mudah diserap,” tambahnya.

Pelatihan yang dilaksanakan selama 6 hari yang berakhir pada (4/6) ini bertujuan untuk menyiapkan kurikulum vokasi yang bisa memenuhi kebutuhan industri di Indonesia.

Program Sebagai tindak lanjut, pendidikan perunggasan dan persusuan ini nantinya akan dirumuskan, disertifikasi, dan dilakukan pelatihan staf. Pencapaian dan pembelajaran yang diperoleh selama proyek ini akan disebarluaskan ke kelompok lembaga dan pendidik yang lebih luas. (adv)

Pewarta: Ardianinda Wisda
Sumber: Rifa Rafi’atu