Beranda Metropolis Kasus Covid-19 Naik, Wali Kota Bima Arya Terus Buru Pengusaha Nakal

Kasus Covid-19 Naik, Wali Kota Bima Arya Terus Buru Pengusaha Nakal

RADAR BOGOR – Kasus penambahan Covid-19 di Kota Bogor kembali meningkat. Selama tiga hari terakhir, jumlah kasus di Kota Bogor bertambah di atas 500 kasus, sejak Kamis (17/6) hingga Sabtu (19/6).

Satgas Covid-19 Kota Bogor juga terus memperketat pengawasan wilayah, termasuk menindak kerumunan hingga kafe dan tempat hiburan yang melewati batas jam operasional pukul 21.00 WIB.

Wali Kota Bogor, Bima Arya meninjau, sejumlah kafe dan rumah makan yang berada di kawasan Jalan Bangbarung dan Jalan Pandu Raya.

universitas nusa bangsa bogor

Salah satu kafe tampak dipadati pengunjung, bahkan melebihi kapasitas yang telah diatur. Pengelola pun dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp1 juta.

Sidak kemudian dilanjutkan ke kawasan Jalan Pajajaran. Karena sudah jam 21.30 WIB, fokus penindakan bukan lagi soal kapasitas, melainkan batasan jam operasional.

Di salah satu tempat hiburan, Bima Arya mendapati tempat ini masih beroperasi dengan menyuguhkan live music, bahkan minuman beralkohol.

“Saya minta ini ditutup. Silahkan diselesaikan bill-nya, kemudian pengunjung kembali ke rumahnya masing-masing. Covid-19 di Kota Bogor sedang tinggi,” kata Bima kepada pengunjung.

Bima Arya kemudian memerintahkan Satpol PP untuk menindak dengan memberikan sanksi administratif berupa denda yang sebesar Rp3 juta.

Usai sidak, Bima Arya mengatakan, Satgas Covid-19 akan terus melakukan patroli setiap saat agar pesannya sampai kepada masyarakat mengingat situasi yang sedang tidak baik.

“Situasinya mulai gawat. Dalam tiga hari terakhir ada 539 kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Kami beri peringatan kepada semua agar patuh kapasitas 50 persen dan taati jam operasional. Tahan dulu untuk hal-hal seperti itu, rumah sakit sebagian besar sudah penuh,” ujar Bima.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Bogor, Agustian Syach mengatakan, sejak Kamis (17/6) tercatat ada 10 tempat usaha, baik tempat hiburan maupun kafe dan restoran dikenakan sanksi denda. Besaran denda yang dikenakan berbeda-beda.

“Jadi ada total 10 kafe dan tempat hiburan. Yang kecil-kecil cuma jual kopi juga kena. Dendanya itu variatif, mulai dari Rp 1 juta, Rp 3 juta, hingga Rp 5 juta,” kata Agustian, Minggu (20/6).

Ia menjelaskan, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) diberlakukan di Kota Bogor, Satgas Covid-19 Kota Bogor akan terus melakukan pengetatan di berbagai sektor.

Dengan tujuan menjaga semaksimal mungkin agar Kota Bogor tidak memasuki zona merah. Antara lain, sambung dia, dengan mengendalikan kerumunan, membatasi mobilitas masyarakat dengan menerapkan ganjil-genap, dan membubarkan kerumunan.

Termasuk, menegaskan kembali jam operasional pada tempat usaha, terutama tempat hiburan, kafe, dan restoran.

“Kita terus mengendalikan kerumunan, membatasi mobilitas warga melalui ganjil-genap, penyekatan jalan tol oleh Polresta Bogor dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor. Terus juga ada Satgas mengindari kerumunan dengan cara melakukan pembubaran kerumunan dan menegaskan kembali jam operasional pada pengusaha tempat hiburan, kafe dan resto,” pungkasnya.(ded/c)