Beranda Bogor Raya Mau Liburan ke Bogor, Hati-hati Kena “Getok” Harga

Mau Liburan ke Bogor, Hati-hati Kena “Getok” Harga

RADAR BOGOR – Kabupaten Bogor, masih menjadi magnet bagi wisatawan. Ada banyak destinasi yang disajikan. Mulai restoran hingga panorama alam.

Namun, belakangan ini bermunculan kabar tak mengenakan. Wisata di Kabupaten Bogor kini dicap mahal.

Harga getok alias tidak wajar hingga dugaan pungutan liar (Pungli) terjadi di sejumlah tempat wisata.

universitas nusa bangsa bogor

Pertama, salah satu warung pinggir jalan di Puncak yang membandrol kudapan dengan harga yang dianggap tak wajar.

Oknum pedagang aji mumpung. “Getok” harga hingga berkali-kali lipat. Sasaranya, wisatawan luar kota.

Warung “getok” harga itupun langsung mendapatkan teguran dari Camat Cisarua Deni Humaedi.

Selain di Puncak. Sistem “getok” pun terjadi di sekitar Babakanmadang. Lagi-lagi, wisatawan terkena harga tak wajar oleh oknum di sekitar kawasan wisata alam Gunung Geulis, Curug Bidadari.

Wisata alam itu viral di media sosial. Akun Facebook, Wisata Alam Bogor menggugah biaya yang dikeluarkan pengunjung saat menyambangi Curug Bidadari beberapa waktu lalu.

Dalam unggahan itu, untuk tiket masuk ke Curug Bidadari dikenakan Rp45 ribu per orang. parkir motor Rp10 ribu, mie instan kecil Rp 15 ribu, mie instan besar Rp25 ribu, kopi susu instan Rp10 ribu per gelas.

Tak hanya itu, wisatawan yang duduk atau menyimpan barang di pinggir Curug Bidadari dikenakan tarif Rp30 ribu.

Semua itu, beredar dalam postingan di media sosial. Menindaklanjuti masalah tersebut, Tim Polsek bersama Muspika Babakanmadang langsung turun tangan untuk mengecek kebenaran viralnya postingan yang menampilkan daftar harga di tempat wisata Curug bidadari.

Kapolsek Babakan Madang, Kompol Silfia Sukma Rosa mengungkapkan, dari hasil pengecekan ke wisata Curug bidadari tersebut tiket masuk asli sebesar Rp30 ribu, parkir kendaraan motor Rp5 ribu, parkir mobil Rp10 ribu, sewa tikar Rp20 ribu, dan Toilet Rp2.000. “Kami cek harganya segitu,” kata dia kepada Radar Bogor, Selasa (15/6/2021).

Silfia pun meminta, kepada seluruh pedagang yang berada di Wisata Curug bidadari dan pengelolaan agar tidak “getok” harga pada wisatawan.

“Juga jangan ada yang melakukan pungli, premanisme dan pemerasan kepada pengunjung , jika melakukan itu akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya. (all/c)