Beranda Ekonomi Banyak UKM Gulung Tikar Akibat Pandemi, IWAPI Kota Bogor: Harus Cari Peluang...

Banyak UKM Gulung Tikar Akibat Pandemi, IWAPI Kota Bogor: Harus Cari Peluang dan Berinovasi

Pengurus dan anggota IWAPI Kota Bogor: Foto Sofyansah/Radar Bogor

BOGOR-RADAR BOGOR, Pandemi Covid-19 membuat ekonomi terpuruk dan banyak usaha yang gulung tikar. Salah satunya dirasakan pengusaha soto tangkar Bogor milik Sunarti.

Pengurus Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Kecamatan Bogor Barat itu mengaku jika dirinya sempat kewalahan menghadapi pandemi Covid-19.

Mulanya, dirinya memiliki beberapa outlet Soto Tangkar di Kota Bogor, dan usaha kulinernya tersebut bahkan sudah dikenal. Namun, semenjak pandemi, outlet yang berada di mall harus tutup karena adanya pembatasan yang dilakukan pemerintah.

universitas nusa bangsa bogor

“Terakhir itu yang di Yasmin, tapi akhirnya tutup juga, dan membuka layanan di rumah memanfaatkan layanan online, karena harus mengurusi usaha di Jakarta, Soto Tangkar yang di rumah juga tak berjalan,” ujar Sunarti saat menghadiri kegiatan yang dikemas dalam program IWAPI Day bertajuk Ngopi Morning (Ngobrol, Hepi-Monitoring Ranting) di Jalan Kebon Anggrek Atas Nomor 9, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa (15/6/2021),

Sunarti mengaku sempat dikeluhkan oleh jasa layanan pesan antar makanan yang sudah dipesan oleh pelanggannya. Sedangkan Anggota Ranting IWAPI Kecamatan Bogor Barat Heni mengeluhkan dengan adanya pandemi dirinya khawatir terpapar Covid-19 saat beraktivitas di luar.

Menurutnya, kekhawatiranya itu salah satunya karena faktor usia, karena usia yang sudah tak muda lagi cukup beresiko terpapar virus corona.

Disatu sisi, banyak kegiatan yang sebenarnya tidak bisa diikuti karena kondisi tersebut. “Keluarga saya selalu mengingatkan saya agar saya berhati-hati,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua 1 Bidang Organisasi dan Kesekretariatan IWAPI Kota Bogor Irma Kusumawati mengatakan sebagai upaya untuk memulihkan ekonomi di masa pandemi, sebenarnya ada beberapa program yang dapat dimanfaatkan baik dari daerah dan pemerintah pusat.

Hal itu menunjukan komitmen membantu dan memberdayakan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). “Kita tetap ikhtiar, sekarang jangankan dari kita, dari pusat juga membuat program, untuk memulihkan ekonomi,” katanya.

Salah satunya, bagaimana berjualan di marketplace di tengah pandemi Covid-19 agar aman dari paparan virus corona, dibukanya forum tanya jawab tentang bisnis yang sedang terupdate.

“Jangan terfokus pada yang sekarang. Mungkin selama ini soto tangkar dengan berbagai upaya sudah dicoba, dan akhirnya dikerjakan dirumah dan tidak terlayani. Kita cari peluang dan solusi kedepannya dengan berinovasi,” ujar Irna.

Kemudian, Irna mengatakan pentingnya memperbaiki manajemen kembali termasuk pemasaranya dibuat menarik. “Mungkin selama ini mengemasnya kurang profesional, diulang lagi semuanya,” ucapnya.

Sekretaris Umum Pengcab Perpani Kota Bogor itu juga menambahkan telah memberikan kesempatan untuk menambah jaringan agar bisa mengenalkan produk yang di jualnya.

“Jadi tahu orang ini ternyata buka soto tangkar misalnya, bisa gak kita kerjasama. Beberapa ibu-ibu selalu bertanya, bagaimana ya usaha saya, berapa kali kasih solusi agar berkembang,” katanya.

Irna mendorong agar anggotanya mengikuti program yang digulirkan Google yakni Womenwill. Program itu merupakan inisiatif Google untuk menciptakan peluang ekonomi bagi Wanita di seluruh dunia, sehingga mereka dapat berkembang.

Salah satu programnya adalah pengemasan yang baik, dan bagaimana agar priduk yang dijual secara daring dapat terlihat menaik. “Sebenarnya dengan mengikuti program itu, ada grup baru yang memberikan peluang, sharing informasi, sharing jualan, dan sebagainya,” tukasnya.(ded)