Beranda Ekonomi Pemkot Targetkan Investasi Kota Bogor Rp2,8 Triliun

Pemkot Targetkan Investasi Kota Bogor Rp2,8 Triliun

Kepala DPMPTSP Kota Bogor, Firdaus

RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menargetkan, peningkatan investasi di Kota Bogor pasca ditetapkannya Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah atau Perda RTRW.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bogor menargetkan, investasi yang masuk ke Kota Bogor mencapai Rp2,8 triliun pada tahun 2021.

Kepala DPMPTSP Kota Bogor, Firdaus meyakini, nilai investasi untuk skala menengah dan besar akan naik setelah ditetapkanya regulasi baru tersebut di kota hujan.

universitas nusa bangsa bogor

Karena, beberapa investor yang akan berinvestasi dapat kembali mengajukan perizinannya yang sebelumnya sempat terkendala karena penetapan zonasi.

“Karena kan beberapa zonasi beberapa tahun lalu belum bisa mengakomodir investor, karena terganjal RTRW yang belum disahkan,” ujar Firdaus, kepada Radar Bogor, Minggu (13/6/2021).

Menurutnya, banyak investor yang menahan diri menunggu adanya kepastian hokum sebelum berinvestasi di Kota Bogor. Karena itu, ia menargetkan investasi Kota Bogor pada 2021 sebesar Rp 2,8 triliun dapat tercapai.

DPMPTSP Kota Bogor mencatat, sepanjang tahun 2019 lalu total nilai investasi yang dikomparasikan mencapai Rp2,5 trilun.
Begitu terdampak pandemi pada 2020 lalu, total nilai investasi dalam satu tahun kemarin hanya menyentuh angka Rp1,65 triliun.

“Capaian tahun kemarin memang terjadi penurunan investasi. Tapi tahun ini Insya Allah akan terus membaik,” ujar Firdaus.

Ia berharap proses perizinan kedepan semakin cepat, dirinya berharap penerapan perizinan berbasis daring atau melalui Online Single Submission (OSS) yang digagas Kementerian Investasi ke depan tidak terkendala.

“Kota Bogor akan berakselerasi dengan sistem tersebut, kita akan menyesuaikan ketika mengalami hambatan, maka aplikasi yang sudah dimiliki Pemkot Bogor akan tetap kita jalankan, sehingga tak menghambat proses investor,” katanya.

Kekhawatiranya itu bukan tanpa alasan, karena ketika sistem perizinan terkendala maka akan memengaruhi target investasi yang tidak tercapai.

“Tahun lalu kan ada penurunan karena pandemi, dan beberapa pengajuan investasi pada waktu itu belum terevaluasi oleh Badan Korodinasi Penanaman Modal (BKPM),” ucapnya.

Mantan Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bogor itu mengaku beberapa pengajuan investasi yang tertunda baru dapat dilakukan pada awal tahun 2021. “Kami berharap investasi akan lebih baik,” ucapnya.

Menurutnya, dengan adanya investasi berskala besar tentunya dapat mendongkak nilai investasi yang ada saat ini.

Dengan demikian, lanjut dia, untuk menarik minat investor dalam rangka peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor, pihaknya akan mempercepat proses pengajuan pelayanan di DPMPTSP.

“Kita coba menggenjot seperti retribusi IMB, reklame dan upaya-upaya mempermudah proses percepatan perizinan, sehingga minimal PAD ataupun investasi bisa terus merangkak naik dan lebih baik,” ujarnya.

Ia mengatakan, pada 2020 sektor yang cukup baik menyumbang investasi di Kota Bogor, diantaranya adalah pembangunan-pembangunan untuk skala tidak besar.

“Kemarin itu, ada beberapa seperti pembangunan ruko tercatat nilai investasinya. Itu cukup bagus bisa menopang juga perkembangan ekonomi di Kota Bogor, yang tentunya dengan nilai investasi tahun lalu katakanlah turun drastis berkisar 20 persen, maka diharapkan tahun ini bisa up lagi,” tandasnya. (ded/c)