Beranda Bogor Raya Klaster Pabrik Gunungputri Bertambah Jadi Delapan Orang

Klaster Pabrik Gunungputri Bertambah Jadi Delapan Orang

Ilustrasi. Puskesmas Gunungputri dan Satgas Covid-19 Gunungputri melakukan Swab Test Antigen, Senin (14/6/2021).

GUNUNGPUTRI-RADAR BOGOR, Klaster pabrik di Gunungputri, Kabupaten Bogor, bertambah. Hal itu didapat dari hasil Swab Test Antigen yang dilakukan oleh Puskesmas dan Satgas Covid-19 Gunungputri, Senin (14/6/2021).

Dari 28 karyawan yang diswab test antigen, satu orang reaktif. “Jadi total ada delapan orang,” ujar Kades Gunungputri, Daman Huri kepada Radar Bogor, Senin (14/6/2021).

Daman menjelaskan, swab test yang dilakukan Senin pagi itu diikuti sejumlah karyawan yang melakukan perjalanan liburan ke Bandung beberapa waktu lalu. “Kita swab secara acak,” tuturrnya.

universitas nusa bangsa bogor

Daman mengatakan tracing akan terus dilakukan Satgas Covid-19 Gunungputri. Hal itu dilakukan agar klaster pabrik di Gunungputri terkendali dan tidak meluas. “Juga kita minta agar protokol kesehatan benar benar dipatuhi. Mulai dari mencuci tangan, menajaga jarak, dan menggunakan masker,” pintanya.

Diberitakan sebelumnya, Kasus Covid 19 meningkat di Kabupaten Bogor. Terbaru, klaster pabrik terjadi di Desa Gunungputri, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

Informasi yang dihimpun Radar Bogor, sejumlah karyawati yang terkonfirmasi positif Covid 19 itu terjadi di pabrik kertas. Mereka terpapas Covid 19 usai pulang liburan.

Kepala Desa Gunungputri Daman Huri mengatakan klaster pabrik ini diketahui dari pesan berantai what’s app adanya 150 karyawan yang positif Covid 19.

Satgas Covid 19 Desa Gunungputri pun langsung bergerak mengecek langsung ke pabrik tersebut. Hasil pengecekan bersama dengan Puskesmas Gunungputri, Juga Babinsa dan babinkamtibmas Desa Gunungputri, didapati ada tujuh karyawati PT.Parisindo Pratama, Industri kertas yang dinyatakan positif covid-19.

“Jadi awalnya ada pesan berantai bahwa ada 150 orang yang positif di PT Parisindo. Kita langsung cek dan ditemukan ada tujuh karyawati yang positif,”katanya kepada Radar Bogor Minggu (13/6/2021).

lanjut Daman, Klaster pabrik di Gunungputri ini berawal terpapar usai liburan beberapa waktu lalu. Dari keterangan pihak serikat buruh di pabrik tersebut, ada 48 karyawan yang berangkat liburnman ke Bandung pada awal bulan Juni. “Termasuk tujuh karyawati yang positif Covid 19 itu,” jelasnya.

Adapun tujuh karyawati pabrik tersebut saat ini tengah menjalani perawatan intensif. Lima diantaranya sudah pulang dan menjalani isolasi mandiri. Sedangkan yang dua orang lagi masih dirawat di dua rumah sakit yang berbeda di Cileungsi. “Yang masih di rawat satu di rumah sakit Merry Cileungsi, satu lagi di RS Thamrin,” tukasnya.(all)