Beranda Berita Utama Awas.. Kasus Covid-19 Varian India Naik 51,4 Persen di Indonesia, 5 Gejalanya...

Awas.. Kasus Covid-19 Varian India Naik 51,4 Persen di Indonesia, 5 Gejalanya Mengerikan

ilustrasi

RADAR BOGOR – Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia makin masif 3-4 minggu pascalibur lebaran. Pada Minggu (13/6), dalam sehari kasus Covid-19 nyaris 10 ribu kasus baru sehari.

Masyarakat diminta waspada, sebab gejalanya membahayakan dan membuat pasien yang sakit dalam kondisi berat.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof Ari Fahrial Syam mengatakan bahwa mengutip laporan Gisaid soal update kasus mutasi, ternyata dalam 4 minggu terakhir terjadi peningkatan yang signifikan.

universitas nusa bangsa bogor

“Data di Indonesia, dalam 4 minggu terakhir terjadi peningkatan 51,4 persen dari varian Delta dari India,” katanya kepada JawaPos.com, Minggu malam (13/6).

Ari bahkan mewanti-wanti bahwa gejalanya bisa membahayakan nyawa penderitanya. “Gejala sakit pasien lebih berat dari virus sebelumnya meningkatkan risiko,” katanya.

Berikut 5 gejalanya:

1. Hilang pendengaran
2. Nyeri ulu hati dan mual
3. Pasien perlu rawat di RS
4. Memerlukan suplementasi oksigen dan menimbulkan berbagai komplikasi
5. Kemampuan menginfeksi lebih mudah dan cepat

“Jika kita berada dalam satu ruangan dengan orang tersebut dan orang tersebut bersin atau berbicara maka virus akan lebih cepat berpindah ke orang lain jadi tetap protokol kesehatan ketat. Semoga kita terhindar dari varian baru delta yang berbahaya ini,” tegas Ari.

Lalu benarkah varian baru yang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19? Ari menjelaskan penyebabnya selain varian baru yakni karena masyarakat abai protokol kesehatan.

“Ya berbarengan dengan mudik dan beredarnya varian baru, masyarakat juga abai. Saya punya rekan sejawat dokter di Jakarta sudah sulit mencari RS untuk rawat inap anaknya yang menderita Covid-19. Maka wajib lakukan protokol kesehatan yang ketat,” tutupnya. (jpc)