Beranda Berita Utama Angka Kematian Meningkat Akibat Pasien Covid-19 Terlambat Datang ke Rumah Sakit

Angka Kematian Meningkat Akibat Pasien Covid-19 Terlambat Datang ke Rumah Sakit

Pemakaman jenazah korban Covid-19. Istimewa
Pemakaman jenazah korban Covid-19. Istimewa

JAKARTA-RADAR BOGOR, Kasus baru Covid-19 harian pada Senin (14/6) bertambah 8.189 kasus, menurut data dari Satgas Penanganan Covid-19. Kini total sudah 1.919.547 orang terinfeksi Covid-19. Angka kematian akibat Covid-19 cenderung tinggi seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19.

Kasus kematian harian bertambah 237 jiwa. Paling banyak kasus kematian harian terjadi di Jawa Tengah sebanyak 55 jiwa. Total kini sudah 53.116 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.

Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi menjelaskan mengapa angka kematian cenderung tinggi setiap hari. Rupanya penyebabnya karena masyarakat terlambat datang ke rumah sakit ketika kondisi sudah memburuk. Dan mereka takut untuk dites Covid-19.

wisuda unpak bogor

“Dari awal angka kematian tidak turun seperti kasus konfirmasi. Faktor penyebab adalah masyarakat terlambat datang ke fasyankes karena telat mengetahui positif Covid-nya dikarenakan takut untuk tes,” tegas Nadia kepada JawaPos.com, Senin (14/6).

Ada 69.314 spesimen yang diperiksa. Dan ada 52.713 orang yang diperiksa dalam sehari. Pemeriksaan berpengaruh pada angka positivity harian. Angka positivity rate yaitu jumlah positif kumulatif dibagi jumlah orang yang dites lalu dikali 100. Angka positivity rate orang yakni 15,54 persen. Sedangkan kasus aktif naik 1.809 orang. Kasus aktif adalah mereka yang masih sakit atau positif Covid-19.

Kasus harian paling banyak terjadi di DKI Jakarta. Dalam sehari di Jabar bertambah 2.722 kasus. Lalu Jawa Barat 1.532 kasus. Jawa Tengah 1.400 kasus. Jogjakarta 428 kasus. Jawa Timur 403 kasus.

Pasien sembuh harian bertambah 6.143 orang. Paling banyak kasus sembuh terjadi di Jawa Barat sebanyak 1.753 orang. Dan total angka kesembuhan saat ini sebanyak 1.751.234 orang. Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 11 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan ada 2 provinsi dengan nol kasus. (*)

Sumber: JawaPos.Com
Editor: Alpin