Beranda Berita Utama Kasus Covid-19 Terus Melonjak, RSD Wisma Atlet Nyaris Penuh

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, RSD Wisma Atlet Nyaris Penuh

Aktivitas di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet, Jakarta. (Hanung Hambara/Jawa Pos)

JAKARTA-RADAR BOGOR, Ketersediaan tempat tidur untuk pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat (RSD) Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat sudah cukup mengkhawatirkan. Bahkan apabila terus terjadi lonjakan kasus Covid-19, dalam sepekan ke depan, Wisma Atlet tak mampu lagi menampung pasien.

Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet, Letkol Laut Muhammad Arifin mengatakan, lonjakan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir didominasi oleh klaster Hari Raya Idul Fitri 2021. Sebab, pada libur tersebut, banyak terjadi kerumunan masyarakat.

“Ya yang jelas libur lebaran itu aja. libur lebaran kan panjang, arisanlah, intinya kumpul-kumpul, makan-makan, berkunjung. Iya jelas efek libur lebaran. Halal bihalal kan masih ada acara selama bulan syawal, jadi panjang,” kata Arifin saat dihubungi, Sabtu (12/6).

wisuda unpak bogor

Arifin memperkirakan masih akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 selama beberapa pekan ke depan. Kondisi ini harus menjadi catatan tersendiri, mengingat ketersediaan tempat tidur di Wisma Atlet sudah menipis.

“Masih seminggu ke depan naik. Ya mudah-mudahan sih sudah enggak. Tapi prediksinya naik seminggu sampai dua minggu ke depan,” jelasnya.

Sebelumnya, ketersedian tempat tidur perawatan di RSD Wisma Atlet, Kemayoran, Jakarta Pusat mulai menipis. Jika pasien Covid-19 terus mengalani pertambahan, diperkirakan hanya dalam sepekan ke depan, RSD tidak dapat lagi menampung pasien.

“Kalau seperti ini terus kita nggak lama, seminggu lagi penuh. Kita terus imbau masyarakat untuk bisa ikut mengendalikan korona,” kata Koordinator Humas dan Komandan Lapangan RSD Wisma Atlet, Letkol Laut Muhammad Arifin saat dihububgi, Sabtu (12/6).

Arifin menuturkan, untuk tower 5 Wisma Atlet sudah berhenti menerima pasien karena penuh. Kondisi serupa juga segera disusul oleh tower 6 dan 7. Sekarang tersisa tower 4 yang masih bisa menerima pasien.

Meski begitu, di tower 4 juga tingkat keterisian tempat tidur sudah mencapai 30 persen. Penambahan pasien terbanyak terjadi selama 3 hari terakhir.

Sumber: JawaPos.Com
Editor: Alpin