Beranda Metropolis Naik Lagi, Kasus Covid-19 Kota Bogor Terus Membengkak

Naik Lagi, Kasus Covid-19 Kota Bogor Terus Membengkak

Ilustrasi. Wali Kota Bima Arya melihat ruang isolasi khusus ibu dan anak di RSKIA Sawojajar

BOGOR-RADAR BOGOR, Masyarakat Kota Bogor tampaknya harus waspada. Kasus Covid-19 di Kota Bogor mulai menanjak secara perlahan.

Sebanyak 84 kasus baru bertambah di Kota Bogor, berdasaekan laporan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) per Rabu (9/6). Jumlah itu menjadi salah satu rekor terbanyak. Secara perlahan, kasus-kasus positif terus menanjak dan menunjukkan pertambahan dengan sejumlah klaster baru.

Kasus positif yang masih sakit terbanyak ada di Kecamatan Bogor Barat, yakni sebanyak 177. Disusul oleh Kecamatan Tanah Sareal yang merangkum 131 pasien Covid-19.

Kenaikan itu berimbas pula pada angka keterisian rumah sakit di Kota Bogor. Kini, 30,3 persen tempat tidur terisi. Sementara, pusat Isolasi yang disediakan untuk pasien bergejala ringan di BPKP Ciawi menyisakan 19 tempat tidur dari total 100 bed.

Selama sebulan, tiga klaster terjadi di Kota Bogor. Mulai dari Perumahan Griya Melati, Pesantren Bina Madani, dan Puskesmas Kayumanis. Ketiganya pun berasal dari wilayah kecamatan yang berbeda.

Camat Tanah Sareal, Sahib Khan memang mewaspadai dengan potensi kenaikan kasus Covisd-19 di daerahnya. Klaster di Puskesmas Kayumanis dan Pustu Kencana sudah menjadi contoh kongkrit penyebaran yang tak diduga-duga. Bahkan, mereka yang terpapar seharusnya potensi kecil karena sudah vaksinasi dan rutin menjaga diri sebagai tenaga medis.

Alhasil, mereka yang terpapar di klaster itu juga mendongkrak kenaikan kasus baru di Tanah Sareal secara signifikan.

“Makanya nanti harus benar-benar diawasi, dikawal, karena kita tidak tahu nanti kalau muncum klaster baru. Kita akan aktifkan terus Polisi RW,” tegasnya, kemarin.

Sejauh ini, klaster Puskesmas Kayumanis yang menjadi kasus paling banyak di wilayahnya. Sebanyak 11 tenaga kesehatan (nakes) sempat dinyatakan tertular wabah global itu. Beruntung, puskesmas langsung ditutup sementara dan para nakes yang terpapar langsung isolasi mandiri.

Reporter: Imam
Editor: Rany P Sinaga