Beranda Metropolis Kampanyekan Adaptasi Kebiasaan Baru, BKR Satgas Covid-19 Latih 1.000 Relawan di Bogor...

Kampanyekan Adaptasi Kebiasaan Baru, BKR Satgas Covid-19 Latih 1.000 Relawan di Bogor Raya

BKR Satgas Covid-19 menggelar program penggalangan dan peningkatan kapasitas relawan Covid-19 untuk 1.000 relawan di wilayah Bogor Raya.

BOGOR-RADAR BOGOR, Bidang Koordinasi Relawan Satuan Tugas Covid-19 (BKR Satgas Covid-19) menggelar program penggalangan dan peningkatan kapasitas relawan Covid-19 untuk 1.000 relawan di wilayah Bogor Raya.

Program ini berlangsung dari tanggal 4 hingga 11 Juni 2021 di Hotel Ibis Style Bogor Raya. Sebagai bentuk persetujuan dan dukungan, program ini dihadiri serta dibuka secara langsung dalam Opening Ceremony oleh Sekretariat Utama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Lilik Kurniawan, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Dani Ramdani.

Selain itu, turut hadir Pejabat Perencanaan Madya Deputi Pencegahan BNPB Pangarso Suryotomo, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bogor Yani Hassan, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor Teofilo Patrocinio Freitas, Kepala Sub Bidang Pelatihan BKR Satgas Covid-19 Prasetyo Nurhadjanto (7/6/2021).

universitas nusa bangsa bogor

“Kegiatan itu bagian dari mendukung upaya memutus mata rantai penularan Covid-19, relawan menjadi garda terdepan yang akan bergerak mengkampanyekan perubahan perilaku masyarakat secara menyeluruh,” terang Lilik Kurniawan.

Selain itu, acara ini merupakan konsolidasi relawan yaang akan bekerja secara sukarela dan ikhlas sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan Covid-19 di tengah masyarakat.

Sementara itu, Prasetyo Nurhadjanto dalam kesempatan yang sama turut menjelaskan, rangkaian materi yang didapatkan oleh 1.000 Relawan yang mengikuti program ini mencakup lima materi besar mengenai pencegahan, penyebaran dan kebijakan 3M, Gerakan 3T (Tracing, Treatment dan Testing), Relawan dan Kerelawanan di Indonesia, Teknik Berkomunikasi Efektif di Masa Pandemi Covid-19, dan yang terakhir adalah cara Penggunaan Instrumen Monitoring Relawan, yaitu Bersatu Lawan Covid (BLC).

Program penggalangan dan peningkatan kapasitas relawan Covid-19 ini mengusung konsep pentahelix, dimana banyak pihak dari berbagai latar belakang bersatu untuk mensukseskan acara ini.

Sehingga tak hanya peran serta Pemerintah Pusat yang diwakili oleh BNPB dan Satgas Covid-19 saja yang menjadi mesin penggerak, namun keterlibatan berbagai pihak dari dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat umum juga turut bahu membahu dalam seluruh proses kegiatan.

“Seluruh muatan acara memiliki substansi kegiatan yang sangat positif dan juga sesuai dengan kebutuhan seluruh masyarakat saat ini, yaitu mempercepat penanganan Covid-19 dengan melibatkan berbagai lapisan masyarakat melalui beragam strategi penanganan,” katanya.

Saat ini, salah satu fokus utama Jawa Barat terutama Kabupaten Bogor sendiri adalah untuk terus menerapkan kedisiplinan protokol kesehatan dan mempercepat pemberian vaksinasi kepada seluruh warga Bogor.

Secara garis besar program ini merupakan rangkaian upaya pembentukan relawan yang sebelumnya sudah dilaksanakan oleh Bidang Koordinasi Relawan sejak bulan April 2020, dimana di tahun tersebut telah terbentuk lebih dari 15.000 relawan dari 7 Provinsi di Indonesia yang telah turun menjadi agen perubahan perilaku.

Para relawan yang akan dilatih juga diharapkan dapat berperan aktif di tengah masyarakat menjadi Satgas Covid-19 di tiap daerah untuk penanganan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Indonesia (PPKM).

“Program Penggalangan dan Peningkatan Kapasitas Relawan COVID-19 ini merupakan program lanjutan yang direncanakan untuk membentuk 10.000 relawan lainya dari 7 wilayah daerah di Indonesia,” ucapnya.

Ketujuh wilayah tersebut adalah Tangerang Raya, Bogor Raya, Bekasi Raya, Palembang Raya, Pekanbaru Raya, Padang Raya, Malang Raya, Solo Raya, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Samarinda Raya.

“Semoga seluruh rangkaian acara ini dapat berjalan lancar dan relawan dapat mengemban tugas dengan baik,” tambah Prasetyo.
Sedangkan, relawan yang sudah dilatih diproyeksikan dapat menjadi komponen penting sebagai agen perubahan perilaku di tengah masyarakat sekitar hingga ke titik terkecil dalam hidupnya, yakni keluarganya sendiri.(ded)

Reporter: Dede Supriadi
Editor: Alpin