Beranda Metropolis Belasan Penyintas Jalani Skrining Plasma Konvalesen di Bogor

Belasan Penyintas Jalani Skrining Plasma Konvalesen di Bogor

PEDULI : Aksi Donor Plasma Batch 5 di Gedung Teknos IPB Baranangsiang, Sabtu (5/6/2021).   (foto : Nelvi/ Radar Bogor)

RADAR BOGOR – Pasca Lebaran, kebutuhan plasma konvalesen bagi pasien Covid-19, kembali meningkat. Sementara itu, ketersediaan plasma di Palang Merah Indonesia (PMI) saat ini sudah tak tersedia.

Hal ini, yang membuat komunitas Temanco bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Radar Bogor tergerak mengadakan acara bertajuk ‘Aksi Donor Plasma Batch 5’, Sabtu (5/6/2021).

Kegiatan yang akan berlangsung di Gedung Teknos IPB Baranangsiang itu, dimulai sejak pukul 10.00 hingga pukul 14.00 WIB.

universitas nusa bangsa bogor

Inisiator Temanco, Ara Wiraswara mengatakan, aksi donor plasma ini kembali diadakan karena pada pertengahan Mei kebutuhan plasma bagi pasien Covid-19 makin meningkat.

Kemungkinan, sambung dia, ada masyarakat yang terpapar pasca lebaran. “Jadi, ini kami menyebutnya angkatan ke-lima (batch 5), sebenarnya saat selesai angkatan ke empat agak lega, karena belum banyak pesan whatsaap yang meminta plasma,” kata Ara, Sabtu (5/6/2021).

Dengan kondisi stok plasma konvalesen yang kosong, pihaknya berinisiatif bersama komunitas relawan kemanusiaan untuk melakukan kegiatan sosial tersebut.

“Mereka (PMI) menanyakan kapan lagi ada donor plasma, ya sudah kita diskusi secara internal yuk bikin lagi? angkatan yang ke lima ini siapa tau masih banyak survivor yang donor dan semakin banyak yang terbantu,” paparnya.

Aksi Donor Plasma Batch 5 ini mengajak, kurang lebih 15 penyintas Covid-19 yang sudah sembuh untuk menyumbangkan darah mereka. Sedangkan 40 orang lainnya hanya untuk mendonorkan darahnya.

Mereka yang hadir masih menjalani skrining donor plasma konvalesen. Diperkirakan, hasil pemeriksaan tersebut akan diketahui pada tiga hari mendatang sebelum akhirnya mereka diumumkan dapat melakukan donor atau tidak.

“Kemungkinan hasil tunggu skrining tiga hari, dan PMI akan tes titer antibodinya masih tinggi. Masih oke atau tidak,”  pungkasnya. (ded/c)