Beranda Nasional Cina: Angkat KRI Nanggala Masalah Rumit di Seluruh Dunia

Cina: Angkat KRI Nanggala Masalah Rumit di Seluruh Dunia

KRI Nanggala 402
KRI Nanggala 402

RADAR BOGOR, Hampir sebulan sejak KRI Nanggala 402 dinyatakan hilang kontak pada 21 April, pihak TNI AL kembali menyampaikan perkembangan operasi salvage kapal selam tersebut. Saat ini operasi dibantu oleh China, setelah kapal-kapal militer Singapura dan Malaysia kembali ke negaranya masing-masing.

Atase Pertahanan China, Sr. Col. Chen Yongjing, membeberkan perkembangan operasi tersebut. China mengirimkan 3 kapal selam yang terdiri dari 2 kapal selam militer milik China yakni Yongxingdao-863 dan Nantuo 195 yang tiba di lokasi pada 6 Mei.

Selain itu ada 1 kapal selam milik Akademi Ilmu Pengetahuan China, Tan Suo-2, yang tiba di lokasi sehari sebelumnya, yakni pada 5 Mei. Kapal-kapal itu dilengkapi tim penyelam, tim medis dan tim search and rescue.

“Sampai hari ini kami sudah melakukan 13 kali operasi di bawah laut, secara mendasar sudah mengetahui kapal dan mengumpulkan banyak gambar dan video dan juga sukses mengangkat bagian yang ringan seperti light life guard dan semua itu sudah diserahterimakan ke pihak Indonesia pada waktu pertama,” ujar Chen Yongjing dalam konpers di Lanal Bali, Denpasar, Selasa (18/5).

Chen menegaskan, kapal-kapal China selalu berkoordinasi dengan TNI AL selama menjalankan tugas tersebut. Kedua pihak telah 4 kali menggelar rapat koordinasi terkait proses salvage tersebut.

Kapal-kapal China juga sempat berkoordinasi dengan kapal Singapura dan Malaysia yang telah lebih dulu membantu operasi pencarian KRI Nanggala-402.

“Saat ini tugas kapal kami sudah beralih dari tahap observasi ke tahap pengangkatan,” tuturnya.

Chen menyebut, operasi pengangkatan bawah laut adalah perkara rumit. Namun pihaknya berkomitmen akan membantu semaksimal mungkin sesuai kemampuan kapal mereka.

“Sebagaimana yang kita ketahui bahwa pengangkatan di bawah laut yang sangat dalam adalah masalah rumit di seluruh dunia dan kami akan berupaya penuh melakukan pengangkatan bawah laut berdasarkan keadaan di bawah laut dan juga kemampuan kapal kami sendiri,” tutupnya.

Editor: Rany P Sinaga
Sumber: Kumparan