Beranda Berita Utama Arus Kendaraan Menuju Kota Bogor Dialihkan, Kapolresta : Rekayasa Lalin Hindari Kerumunan

Arus Kendaraan Menuju Kota Bogor Dialihkan, Kapolresta : Rekayasa Lalin Hindari Kerumunan

Kapolresta Bogor Kota, Kombespol Susatyo Purnomo Condro.

RADAR BOGOR – Satgas Covid-19 melalui Polresta Bogor Kota, menyiapkan rekayasa pengalihan arus lalu lintas yang akan diberlakukan apabila pusat kota terpantau padat.

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pengalihan arus lalu lintas tersebut akan dilakukan dalam rangka membatasi mobilitas masyarakat khususnya pada masa libur Idul Fitri 1442 Hijriah.

Selain itu, kata dia, pengalihan arus menghindari kerumunan, terutama jika terjadi kepadatan di pusat Kota Bogor pada akhir pekan.

Kebijakan itu, dilakukan pada Sabtu (15/5) siang saat pusat Kota Bogor mengalami kepadatan dan mengalami kemacetan di sejumlah titik sekitar pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB.

“Intinya mengantisipasi membludaknya masyarakat menuju Kota Bogor, karena dilakukan pembatasan ke arah Puncak dan Sentul, sehingga banyak yang masuk ke pusat kota,” kata Kapolres, Minggu (16/5/2021).

“Rekayasa hanya dilakukan bila terjadi kepadatan yang di luar kewajaran pada pusat Kota Bogor,” kata Susatyo.

Menurut Kapolres, puncak arus wisata diprediksi Minggu (16/5). Sentul dan Puncak kembali diperketat, serta arus balik kendaraan roda dua yamg bersamaan dari arah Tajur.

Lebih lanjut, Susatyo menyebutkan, ada beberapa skema rekayasa pengalihan arus lalu lintas yang dilaksanakan.

Kendaraan dari arah Jakarta menuju Kota Bogor akan dialihkan keluar melalui Pintu Tol Bogor Selatan atau Summarecon.

Selain itu, sambung Susatyo, kendaraan yang berangkat dari Ciawi menuju Kota Bogor juga dialihkan yakni menuju Pintu Tol Sentul Selatan.

“Pengalihan pintu tol kota Bogor dari Ciawi ke Sentul Selatan keluar menuju Kayu Manis,” ucapnya.

Selain itu, dilakukan pengalihan arus balik dari Lippo Ekaloksari menuju Jalan Batu Tulis – Gunung Batu – Yasmin – Parung / Ciomas.

“Antisipasi kepadatan, prinsip arus balik tidak berhenti atau singgah di kota Bogor, karena khawatir membawa virus dari tujuan awal kampung / tempat wisata,” tukasnya.(ded/c)