Beranda Berita Utama Antisipasi Arus Balik, Tes Covid-19 di Beberapa Titik

Antisipasi Arus Balik, Tes Covid-19 di Beberapa Titik

TELITI : Petugas Medis saat mengambil sempel.

RADAR BOGOR – Menurut data yang dimiliki Kementerian Perhubungan, ada 1,5 juta orang yang mudik selama Lebaran tahun ini. Pemerintah mencegah agar tidak ada lonjakan arus balik. Antisipasi lainnya adalah adanya random test di 21 titik.

Ketua KPCPEN (Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional) Airlangga Hartanto menyatakan, dengan adanya masyarakat yang nekat mudik, pemerintah berharap pada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro.

”Dengan ketatnya PPKM mikro, mereka yang positif diisolasi di daerah masing-masing,” ujarnya.

Begitu juga nanti saat arus balik. Sumatera menjadi perhatian lantaran adanya lonjakan kasus di beberapa daerah. Pemerintah menyiapkan titik penyekatan dan testing di Bakauheni. Tujuannya, mengantisipasi mereka yang akan ke Jawa.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan, kecenderungan masyarakat jika dibiarkan tak ada aturan, 33 persen dari penduduk Indonesia akan mudik. Sementara itu, jika ada larangan akan turun menjadi 11 persen.

Bila ada pelarangan dan kampanye, bisa turun lagi sebanyak 7 persen. ”Ketika ada aksi dari lembaga dan kementerian, (keinginan mudik, Red) akan turun,” ungkapnya.

Melihat tren tersebut, pemerintah bakal konsisten melakukan kampanye dan aksi. Harapannya, tak ada lonjakan arus balik. ”Kami berinisiatif melakukan testing (Covid-19, Red) di tempat-tempat tertentu,” ucap Budi, kemarin.

Ada dua tempat yang diwajibkan, yakni di perbatasan Jawa dengan Sumatera serta Bali dengan Jawa. Dia juga menjelaskan, Kementerian Kesehatan memberikan subsidi alat tes Covid-19.

Di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat juga dilakukan testing di rest area ataupun titik lain. Tak hanya jalan tol, tapi juga jalan arteri.

Kepala Satgas Penanganan Covid-19, Doni Monardo mengungkapkan, dirinya telah berkeliling di provinsi-provinsi di Sumatera.

Kemarin dia berada di Bakauheni. Dia menyaksikan kinerja gugus tugas khusus untuk mengantisipasi arus balik. Ketuanya adalah Kapolda Lampung.

”Dengan adanya sistem yang terintegrasi, maka masalah akan mudah,” ungkapnya.

Untuk pemeriksaan tes, ada stok rapid test antigen 50 ribu di BPKP. Ada juga milik Dinkes Lampung sebanyak 12 ribu.

”Yang sedang dikirimkan melalui Pelabuhan Merak ada 200 ribu,” ungkapnya. Itu akan digunakan untuk tes di Bakauheni.

Menurut data yang diperoleh dari PT ASDP, ada 400 ribu orang yang waktu arus mudik menyeberang ke Sumatera. Jumlah itulah yang diprediksi akan kembali ke Jawa.

”Kami sudah lakukan antisipasi, termasuk tenaga swab dari daerah dan diperkuat pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Korlantas Polri telah berupaya keras untuk melaksanakan kebijakan larangan mudik.

Sejak penyekatan dilakukan pada 6 Mei, korlantas mencatat telah ada 600 ribu kendaraan yang diputar balik.

Kakorlantas Polri, Irjen Istiono menuturkan, total kendaraan yang diputar balik selama delapan hari mencapai 600 ribu kendaraan. Lalu, terdapat 600 travel yang ditindak. ”Penyekatan bakal berlangsung sampai 17 Mei,” paparnya.

Semua itu bukti bahwa penyekatan dengan 381 titik dari Palembang hingga Bali sangat efektif. Dengan demikian, mampu untuk menekan jumlah pemudik pada Lebaran 2021.

”Terjadi penurunan arus mudik juga,” paparnya dalam keterangan tertulisnya.

Kemudian, penurunan arus mudik pada hari kedelapan Operasi Ketupat 2021 cukup tinggi. Untuk arus mudik menuju Jawa turun 74 persen, menuju Pelabuhan Merak turun 45 persen, dan menuju Jawa Barat turun 100 persen. ”Volume kendaraan semua turun,” paparnya

Dia menjelaskan, berdasar data terakhir dari Kementerian Perhubungan, ada 1,5 juta orang yang telah keluar dari wilayah Jabodetabek.

Jumlah itu, jauh di bawah prediksi awal Kementerian Perhubungan yang memperkirakan 23 juta orang akan melakukan mudik. ”Kesadaran masyarakat jelas meningkat dan semakin baik,” tuturnya. (lyn/idr/c13/ttg)