Beranda Berita Utama DPRD Jabar Dukungan Larangan Mudik Lebaran 

DPRD Jabar Dukungan Larangan Mudik Lebaran 

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bogor H Rudi Harsa Tanaya  (kemeja putih) dan Iwan Suryawan saat melakukan pemantauan larangan mudik 2021 bertempat di beberapa Pos Penyekatan Terpadu di Kota Bogor pada Jumat (7/5/2021).

BOGOR-RADAR BOGOR, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H Rudi Harsa Tanaya mendukung penuh, kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 H. 

Hal tersebut seiring dengan meningkatnya jumlah pasien covid19 di Kota Bogor. Selain itu, dua daerah di Jawa Barat yang berstatus zona merah yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kota Tasikmalaya. 

Menurut H Rudi Harsa Tanaya, mengenai kebijakan larangan mudik kali ini ada beberapa kebijakan bertahap yang perlu di pahami masyarakat. 

Adapun kebijakan bertahap yang dimaksud adalah masa pra-pengetatan mudik yang berlangsung dari 22 April – 5 Mei, masa peniadaan mudik 6 – 17 Mei, dan pasca masa pengetatan mudik 18 – 24 Mei. 

“Kebijakan bertahap itu bagus, saya atas nama DPRD mendukung program (larangan mudik) oleh pemerintah tersebut” kata H Rudi Harsa usai melakukan pemantauan di Posko sekat  Simpang Cifor, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. 

H Rudi Harsa menambahkan, bahwa saat Indonesia harus belajar dari kasus yang terjadi di India dimana lonjakan penyebaran covid-19 terjadi setelah adanya kegiatan masyarakat dengan skala besar. “Kita harus berkaca pada negara seperti india, setelah ada acara besar festival keagamaan yang dimana itu memicu lonjakan covid19, jangan sampai Indonesia seperti itu” ujar Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini. 

Lebih lanjut H Rudi Harsa berharap, masyarakat Jawa Barat patuh terhadap anjuran larangan mudik saat ini. Hal itu bertujuan untuk mencegah lonjakan kasus penularan Covid-19.

Dirinya juga berharap petugas di lapangan harus mampu menciptakan strategi dan juga terobosan-terobosan baru guna mewujudkan pengaturan lalu lintas yang tegas dan disiplin.

“Kami dari DPRD Jabar melakukan kunjungan ini untuk memastikan bahwa skenario pengaturan lalu lintas terkait dengan penyekatan larangan mudik berjalan dengan baik dan juga memenuhi protokol kesehatan,” jelasnya.

Disamping itu, kesehatan menjadi kunci utama untuk seluruh petugas keamanan karena dengan tugas yang sangat berat tersebut, seluruh petugas harus berusaha menjaga sikap humanis saat menghadapi masyarakat yang nekat mudik, misalnya senantiasa tersenyum dan senantiasa menebar kebaikan saat melaksanakan operasi.

Dirinya berharap, seluruh lapisan masyarakat di Jawa Barat dapat mematuhi kebijakan Pemerintah mengenai anjuran pelarangan mudik, pasalnya dalam kondisi Pandemi saat ini hal itu harus betul-betul diwaspadai untuk mencegah kasus penularan Covid-19.

Sebelumnya Satgas Penanganan Covid-19 beserta Kementerian Perhubungan dan Polri, merilis Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan Covid-19  No. 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2021/1442 Hijriah 6 – 17 Mei 2021.  

Dalam surat edaran tersebut pemerintah dengan tegas melarang masyarakat melakukan kegiatan mudik lebaran tahun ini demi melindungi masyarakat dari penularan virus Covid-19. Selain itu larangan tersebut diberlakukan untuk moda transportasi darat, laut dan udara. (*/unt)